Masjid Istiqlal Direnovasi, Begini Teknologi Pencahayaan di Dalamnya

Masjid Istiqlal Direnovasi, Begini Teknologi Pencahayaan di Dalamnya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 29 Jun 2020 06:00 WIB
Renovasi Masjid Istiqlal terus dikebut pengerjaannya. Masjid itu diketahui jadi salah satu sarana ibadah yang dipersiapkan terapkan standar new normal.
Masjid Istiqlal yang sedang direnovasi (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Masjid Istiqlal saat ini masih direnovasi dan salah satu aspek yang diperbarui adalah tata pencahayaannya yang dilengkapi dengan teknologi kekinian.

Dalam diskusi webinar Sacred or Profane Lighting Istiqlal Mosque Grand Jakarta, Abdi Hasan dan Agust Danang Ismoyo, Lighting Designer yang bertanggung jawab terhadap renovasi bagian pencahayaan di Masjid Istiqlal memberi penjelasan mengenai teknologi tata pencahayaan yang ada di masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Danang menjelaskan kalau ia menggunakan lampu dengan berbagai temperatur berbeda di Masjid Istiqlal. Misalnya ada lampu dengan temperatur 3200 kelvin yang kuning sampai lampu dengan temperatur 5400 kelvin yang warnanya relatif putih.

Bahkan untuk beberapa bagian masjid, ia menggunakan lampu dynamic white, yang cahayanya bisa berubah sesuai dengan perubahan waktu. Perubahan di sini maksudnya adalah berubahnya warna matahari yang terjadi pada waktu yang berbeda.

"(Lampunya) merepresentasikan warna matahari di luar. Misalnya saat Subuh lampunya agak kuning, saat Dzuhur lampunya lebih putih, saat Asar menguning kembali, saat Maghrib lampunya tone down diturunkan temperaturnya jadi lebih kuning, dan saat Isya temperatur warnanya akan naik kembali menjadi putih," ujar Danang.

Danang memastikan kalau perubahan warna lampu itu tidak akan terjadi secara drastis agar tidak mengganggu kekhusyukan orang yang sedang beribadah di dalam masjid. Perubahan warna lampu itu menurutnya akan dilakukan sedikit demi sedikit.

Selain itu, teknologi pencahayaan yang dipakai di Masjid Istiqlal ini juga didesain untuk bisa menyerupai beribadah di masjid tanpa atap, layaknya di Masjidil Haram.

"Pengalaman beribadah di luar ruangan seperti di Masjidil Haram bisa dibilang pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Istiqlal memang bukan masjidil haram, tapi kami ingin memberikan pengalaman sholat di luar ruangan tapi dinikmati di dalam ruangan," tambahnya.

Cara menghadirkan suasana di luar ruangan itu adalah dengan bukan dengan mengubah warna lampu, melainkan dengan memberikan efek lampu yang terlihat bergerak. Misalnya cahaya yang terkadang meredup seperti saat sinar matahari sedang tertutup oleh awan.

"Pencahayaan interior di Istiqlal itu akan dynamic, bukan berubah warna, tapi akan 'bergerak'," jelas Danang.

Kubah yang bisa bersinar layaknya bulan
Selain pencahayaan di dalam masjid, pencahayaan di bagian luar masjid pun turut dibenahi. Salah satunya dengan menyinari kubah di Masjid Istiqlal dan, menurut Danang, bisa membuatnya terlihat seperti bulan.

"Jadi kubahnya ini (disinari) dan bisa terlihat seperti bulan, dari meredup sampai ke full moon (bulan purnama)," jelas Danang.

Selain itu, pada kesempatan tertentu, misalnya saat fenomena 'super blue blood moon' dan sejenisnya, sinar lampu yang ditembakkan ke kubah Masjid Istiqlal tersebut bisa disesuaikan. Namun Danang memastikan kalau warna yang ditampilkan itu bukan warna yang mencolok.

"Lampu yang dipakai itu bisa menampilkan banyak warna, namun bukan berarti akan dipakai (menampilkan) warna warni," ujarnya.

bensu


Simak Video "Masjid Istiqlal Belum Pastikan Terbuka Untuk Umum Saat Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)