Kenapa Gerhana Matahari Cincin Tak Tampak di Jakarta dan Jabar?

Kenapa Gerhana Matahari Cincin Tak Tampak di Jakarta dan Jabar?

Siti Fatimah - detikInet
Sabtu, 20 Jun 2020 19:02 WIB
Foto kombo fenomena gerhana matahari cicin yang terlihat di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/12/2019). ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc.
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin. Foto: Antara Foto
Bandung -

Gerhana Matahari Cincin (GMC) jatuh pada 22 Juni 2020 mendatang. Diketahui, tidak seluruh wilayah Indonesia dapat melihat fenomena GMC, begitupun Pusat Observatory Bosscha tidak dapat melakukan pemantauan.

Dalam hal ini, peneliti observatory bosscha Yatny Yulianty mengatakan, kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta tidak terlewati jalur gerhana. Oleh sebab itu, masyarakat tidak dapat menyaksikan fenomena GMC di sana. Adapun penyebab wilayah ini tidak terlewati karena secara perhitungan perputaran ketiga benda tersebut yang berbeda setiap tahunnya.

"Kebetulan saja, konfigurasi Matahari, posisi Bulan terhadap Bumi yang akan menentukan di mana bayangan Bulan jatuh di permukaan Bumi," kata Yatny saat dihubungi detikcom, Jumat (19/6/2020).

Dia mengatakan, ketiga benda ini (Matahari, Bulan dan Bumi) gerakannya teratur. Peristiwa ini dapat dihitung dengan akurat kapan terjadi dan di mana terjadinya.

"Peristiwa gerhana juga merupakan peristiwa berulang, gerhana yang sama akan dapat diamati di lokasi yang sama dalam waktu sekitar 370 tahun," ujarnya.

Yatny menuturkan, peristiwa gerhana matahari atau bulan bukanlah peristiwa langka, ada musim gerhana yang terjadi setiap dua kali dalam setahun. Namun, beberapa faktor membuat gerhana menjadi 'terasa' langka untuk seorang pengamat di Bumi.

"Agar terjadi gerhana, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan harus segaris. Selain itu, bayangan bulan yang jatuh di permukaan Bumi sangat kecil, sehingga sapuan jalur totalitas atau cincin gerhana sempit," jelasnya.

Kemudian, dia mengatakan, permukaan Bumi lebih banyak lautan dibandingkan daratan sehingga secara statistik lebih sering gerhana terjadi, jatuh di wilayah lautan atau tidak berpenghuni.

Gerhana matahari terjadi ketika bulan menutupi cahaya Matahari sehingga menghasilkan bayangan pada permukaan bumi. Jika bulan berada lebih dekat pada posisi apogee (bulan jauh dengan Bumi) Bulan akan terlihat lebih kecil akibatnya piringan matahari tidak tertutupi sepenuhnya oleh piringan bulan, inilah yang terjadi pada Gerhana Matahari Cincin.

"Gerhana nanti akan dapat diamati di sebagian wilayah Indonesia, seperti di Banda Aceh pada pukul 13.17 WIB, begitupun Kota Medan juga akan dilalui jalur gerhana sebagian dengan maksimum piringan matahari tertutupi 9,3 persen pada pukul 13.39 WIB dengan puncak gerhana 14.47 WIB berakhir pukul 15.46 WIB," jelasnya.



Simak Video "Aroma Tempo Dulu Jalan Braga Bandung Jawa Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)