Pengakuan Ilmuwan di Balik Jurus Kontroversial Swedia Lawan Corona

Pengakuan Ilmuwan di Balik Jurus Kontroversial Swedia Lawan Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 04 Jun 2020 20:19 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 22, 2020 people have lunch at a restaurant in Stockholm, during the coronavirus COVID-19 pandemic. - Stockholm health inspectors said on April 26, 2020 they ordered five bars and restaurants shuttered after they failed weekend inspections to ensure social distancing regulations were being observed to curb the spread of the new coronavirus. (Photo by Jonathan NACKSTRAND / AFP)
Suasana biasa di Swedia. Foto: AFP/JONATHAN NACKSTRAND
Stockholm -

Tidak seperti banyak negara Eropa lain, Swedia menempuh jalan berbeda dalam melawan virus Corona di mana mereka tidak memberlakukan lockdown ketat. Tapi hal itu disebut menyebabkan terlalu banyak kematian. Apa kata ilmuwan yang merumuskan jurus tersebut?

Anders Tegnell, pakar epidemiologi dari Public Health Agency menyebut bahwa memang mungkin ada yang perlu diperbaiki dari strategi mereka itu. "Saya pikir ada potensi untuk mengembangkan apa yang telah kita lakukan di Swedia, itu cukup jelas," cetus Tegnell.

Ketika ditanya apakah angka kematian yang tinggi membuatnya mempertimbangkan pendekatan melawan Corona, ia menjawab "Ya, tentu saja,", seperti dikutip detikINET dari Associated Press.

Menurut data, Swedia yang populasinya 10,2 juta jiwa mengalami 4.542 kematian terkait COVID-19, merupakan salah satu tingkat kematian terparah akibat Corona per kapita. Negara tetangganya Denmark mencatat 580 kematian, Finlandia 320 dan Norwegia 237 jiwa.

Swedia lebih mengandalkan kepatuhan penduduknya sehingga aktivitas warga tetap dilonggarkan. Pemerintah memang menyarankan social distancing, tapi sekolah, restoran sampai bar buka seperti biasa. Hanya perkumpulan lebih dari 50 orang yang dilarang.

"Jika kami menghadapi penyakit yang sama lagi, tahu persis tentang itu, saya pikir kami akan melakukan sesuatu di antara apa yang dilakukan Swedia dan apa yang dilakukan bagian dunia lain," cetus Tegnell.

Wawancara yang banyak diberitakan itu kemudian membuat Tegnell mengeluarkan klarifikasi. Ia menyebut memang ada yang bisa diperbaiki dari jurus Swedia dalam mengendalikan Corona, tapi membantah kalau jurus Swedia merupakan kesalahan dan harus diubah.

"Tidak seperti itu. Kami masih yakin bahwa strategi kami bagus, tapi memang selalu ada ruang untuk peningkatan. Anda selalu bisa menjadi lebih baik dalam pekerjaan ini," tuturnya.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)