Pertama di Amerika, Anjing Terinfeksi Virus Corona

Pertama di Amerika, Anjing Terinfeksi Virus Corona

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 03 Jun 2020 17:26 WIB
German shepperd
Ilustrasi anjing jenis German shepperd. (Foto: Wikipedia)
Jakarta -

Seekor anjing jenis German shepherd asal New York, Amerika Serikat (AS)menjadi kasus pertama anjing yang terinfeksi virus Corona di AS. Hal ini diumumkan badan kesehatan resmi setempat.

National Veterinary Services Laboratories dari Department of Agriculture (USDA) menjelaskan, awalnya mereka mengambil sampel dari anjing German shepherd ini, yang menunjukkan tanda-tanda penyakit pernapasan.

"Sampel dari anjing diambil setelah dia menunjukkan tanda-tanda penyakit pernapasan. Anjing ini kami perkirakan segera pulih sepenuhnya," tulis USDA seperti dikutip dari media setempat, The Hill.

"Salah satu pemilik anjing dinyatakan positif COVID-19, dan yang lain menunjukkan gejala yang konsisten dengan virus sebelum anjingnya menunjukkan tanda-tanda," lanjut USDA.

Keterangan USDA menambahkan, anjing lain yang berada di rumah yang sama tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit serupa. Namun, antibodi yang diidentifikasi pada anjing itu menunjukkan adanya paparan virus Corona.

"Kami masih mempelajari SARS-CoV-2 di tubuh hewan. Namun sejauh ini belum ada bukti kalau hewan memerankan peran signifikan dalam penyebaran virus," kata juru bicara USDA.

"Berdasarkan informasi yang masih terbatas, risiko hewan menyebarkan virus ke manusia masih dianggap rendah. Belum ada pembenaran untuk mengambil tindakan tertentu terhadap hewan peliharaan yang bisa membahayakan keselamatan tuannya," lanjut juru bicara tersebut.

Adapun temuan virus Corona yang ditemukan pada sejumlah hewan yang terjadi di berbagai negara, kebanyakan hewan ini memiliki kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi virus tersebut.

Di AS, hewan lain yang diketahui positif terkena virus Corona, selain anjing German shepperd ini, ada juga dua ekor kucing, singa dan harimau. Semua hewan ini hidup di New York yang menjadi pusat wabah virus di AS.

USDA menekankan bahwa mereka masih meneliti dampak penyakit ini pada hewan. Badan tersebut sejauh ini tidak menganjurkan melakukan pengujian rutin terhadap hewan.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)