2 Astronaut ke Antariksa, SpaceX Siapkan Sistem 'Emergency Escape'

2 Astronaut ke Antariksa, SpaceX Siapkan Sistem 'Emergency Escape'

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 31 Mei 2020 19:15 WIB
A SpaceX Falcon 9, with NASA astronauts Doug Hurley and Bob Behnken in the Crew Dragon capsule, lifts off from Pad 39-A at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Saturday, May 30, 2020. The two astronauts are on the SpaceX test flight to the International Space Station. For the first time in nearly a decade, astronauts blasted towards orbit aboard an American rocket from American soil, a first for a private company. (AP Photo/David J. Phillip)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan peluncuran roket Falcon 9 berisi dua awak, Behnken dan Hurley, ke Antariksa. Foto: AP/David J. Phillip
Jakarta -

Dua astronaut Amerika Serikat meluncur dengan roket Falcon 9 menuju Antariksa. Sadar penuh risiko, perusahaan SpaceX milik Elon Musk telah menyiapkan sistem 'emergency escape'.

Melansir Business Insider, NASA mengatakan ada kemungkinan 1 dari 276 kemungkinan penerbangan mengalami fatal dan 1 dari 60 kemungkinan masalah bisa menyebabkan misi gagal tanpa menelan nyawa kru.

Karena itu, SpaceX menyiapkan sistem penyelamatan yang canggih. Jika terjadi kegagalan roket, Dragon Crew harus melepaskan diri dari roket Falcon 9 dan menembakkan delapan mesin SuperDraco untuk melarikan diri. Ini digunakan untuk mendorong pesawat ruang angkasa menjauh dari bahaya.

Pada jarak aman dari roket, Crew Dragon kemudian akan mengerahkan empat parasut raksasa dan melayang ke Samudra Atlantik, tempat di mana tim penyelamat akan menjemput para astronaut.

Sebelumnya di bulan Januari, SpaceX menguji sistem itu dengan meluncurkan kapsul Crew Dragon di atas roket Falcon 9 tanpa orang di dalamnya. Perusahaan kemudian melepaskan mesin roket setelah melaju 84 detik dalam penerbangan.


Tak lama setelah itu, roket hancur dan meledak menjadi bola api. Dragon Crew mendarat di laut di bawah parasutnya sekitar 9 menit setelah peluncuran.

Bob Behnken dan Doug Hurley sendiri telah menerima risiko yang telah diperhitungkan oleh NASA dan SpaceX.

"Saya pikir kami benar-benar nyaman dengan hal itu," kata Behnken kepada Business Insider awal bulan ini.

Diketahui, SpaceX telah meluncurkan roket Falcon 9 terbarunya puluhan kali. Perusahaan ini juga telah menyelesaikan uji terbang penuh (uncrewed) dari kendaraan Crew Dragon baru dan sekitar 20 penerbangan pesawat ruang angkasa Cargo Dragon-nya.

"Evolusinya menjadikannya semakin aman saat dioperasikan, dan itu adalah sesuatu yang sangat kami hargai," tambah Behnken.



Simak Video "NASA Tunda Peluncuran Roket SpaceX Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/jsn)