Argentavis, Burung Raksasa Sebesar Pesawat Cessna

Argentavis, Burung Raksasa Sebesar Pesawat Cessna

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 27 Mei 2020 13:17 WIB
argentavis
Seorang pria berdiri berdampingan dengan Argentavis yang ukurannya sebesar pesawat Cessna. Foto: Wangyonglee licensed CC BY-SA 3.0/GFDL from Wikimedia Commons
Jakarta -

Selain elang, rajawali, dan albatros, ada jenis burung raksasa yang pernah menghuni Bumi, Argentavis magnificens namanya.

Sesuai dengan namanya, Argentavis magnificens secara harfiah berarti burung Argentina yang luar biasa. Burung ini dulu memang banyak hidup di Argentina dan wilayah Amerika Selatan.

Dikutip dari Live Science, burung ini menguasai langit Argentina sekitar 6 juta tahun lalu, dan merupakan salah satu burung terbesar yang pernah ada.

Lebar sayapnya kira-kira dua kalinya ukuran burung Royal Albatros, salah satu burung terbesar dunia yang masih hidup hingga saat ini, dan bobotnya mencapai 70 kilogram.

Sebagai gambaran, jika diberdirikan Argentavis bisa melebihi tinggi manusia. Rata-rata tingginya dua meter, dan panjang sayapnya tujuh meter. Kira-kira hampir sebesar pesawat Cessna 152.

argentavisArgentavis dibandingkan pesawat Cessna 152. Foto: Dinoanimals.pl

Meski kesulitan saat akan terbang karena ukuran tubuh dan sayapnya yang besar, burung ini akan bisa mengudara dengan mudah setelah mengangkasa.

Para ilmuwan menduga, Argentavis bergantung pada pada arus udara yang naik oleh kondisi suhu lingkungan. Arus ini akan memberikan daya angkat yang cukup untuk Argentavis terbang.

Cara burung ini terbang seperti dinosaurus terbang yang fenomenal, Pterodactyl. Dia akan melebarkan sayapnya, membiarkan arus angin mengangkatnya, baru bisa terbang seperti pesawat layang.

Burung ini adalah predator yang menakutkan dan para peneliti percaya, Argentavis bisa memakan mangsanya secara keseluruhan.

Situs Birds.cornell.edu menyebut, Argentavis mulai punah sekitar 10 ribu tahun lalu, ketika hampir sebagian besar hewan terbesar di Amerika Utara juga mulai punah. Meski begitu, penyebab punahnya Argentavis belum diketahui secara pasti.

New Normal


Simak Video "Tapir Nyasar ke Permukiman di Asahan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)