DNA Manusia Harus Diubah Kalau Ingin Tinggal di Mars

DNA Manusia Harus Diubah Kalau Ingin Tinggal di Mars

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 20 Mei 2020 11:52 WIB
Elon Musk Ngopi Mars
DNA Manusia Harus Diubah Kalau Ingin Tinggal di Mars Foto: Twitter/Istimewa
Jakarta -

NASA berencana untuk mengirimkan astronaut menuju Mars pada tahun 2030 mendatang. Astronaut mungkin bisa kembali ke Bumi dengan selamat, tapi untuk mereka yang ingin tinggal selamanya di Mars harus mengubah DNA-nya agar bisa tetap sehat dan aman.

Manusia yang mendarat di Mars nantinya harus mengalami tantangan yang berat, seperti terpapar radiasi tinggi, mikrogravitasi yang berdampak buruk pada tulang dan tantangan lainnya.

Untuk bisa tinggal di Mars dengan aman dan sehat, ilmuwan mengatakan manusia harus bisa memanfaatkan rekayasa genetika dan teknologi canggih lainnya.

"Itu merupakan waktu di mana teknologi seperti ini menjadi penting dan dibutuhkan," kata ahli astrobiologi dan geomikrobiologi Kennda Lynch, seperti dikutip detikINET dari Space, Rabu (20/5/2020).

Rekayasa genetik terhadap manusia juga sepertinya bukan hanya khayalan fiksi belaka. Contohnya, ilmuwan telah menyusupkan gen tardigrade - hewan paling tangguh di dunia yang bisa hidup di luar angkasa - ke dalam sel manusia di laboratorium.

Sel yang direkayasa ini telah menunjukkan daya tahan lebih besar terhadap radiasi dibandingkan sel normal, kata ahli genetik dari Weill Cornell Medicine, Christopher Mason.

NASA dan badan antariksa lainnya juga telah melakukan beberapa langkah untuk melindungi astronautnya secara fisik, misalnya dengan pelindung di pesawat antariksa dan secara farmakologis dengan obat-obatan. Jadi menurut Mason, masuk akal untuk melindungi astronaut secara genetis, asalkan cara tersebut sudah terbukti aman.

Mason mengatakan tardigrade dan mikroba ekstrem lainnya, seperti bakterium Deinococcus radiodurans yang tahan terhadap radiasi, memiliki sifat-sifat biologis yang mengagumkan.

Dengan memahami sifat-sifat ini, kemungkinan astronaut juga bisa melakukan perjalanan antariksa yang lebih jauh lagi. Misalnya ke Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki samudera luas di bawah permukaan esnya.

Saat ini perjalanan ke Europa masih tidak mungkin karena selain sangat dingin, Europa berada di tengah sabuk radiasi Jupiter yang sangat kuat.

"Jika kita bisa sampai ke sana, itu merupakan kasus di mana tubuh manusia akan langsung terpanggang karena radiasi," kata Mason.

"Di sana, kematian merupakan sesuatu yang pasti kecuali kita melakukan sesuatu, termasuk segala jenis pelindung yang bisa diberikan," sambungnya.

Tontowi Pensiun


Simak Video "Helikopter Pertama Akan Diterbangkan di Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)