Tinja Penguin Menimbulkan Gas Tertawa

Tinja Penguin Menimbulkan Gas Tertawa

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 19 Mei 2020 07:02 WIB
Lebih dari 40 penguin kaisar dapat dilihat dari dekat di Ocean Park Dalian Laohutan, China. Pemandangan ini bikin senang pengunjung.
Ilustrasi penguin (Foto: Reuters)
Jakarta -

Tim ilmuwan dari Denmark meneliti koloni penguin raja di Antartika. Tiba-tiba, satu peneliti tertawa-tawa sendiri. Lho kok begitu?

Hal itu diungkapkan Professor Bo Elberling, dari Department of Geosciences and Natural Resource Management, University of Copenhagen, Denmark. Kejadian itu pun menarik ilmuwan untuk menelitinya.

"Guano (tinja) penguin memproduksi dinitrogen oksida di antara koloni mereka," kata Bo Elberling dilansir News.com Australia, seperti dilihat Selasa (18/5/2020).

Dinitrogen oksida (N2O) adalah zat anestesi yang suka dipakai dokter gigi kepada pasiennya. Nama lainnya adalah gas tertawa karena menimbulkan efek gembira dan halusinasi ringan kepada yang menghirupnya.


"Setelah menghirup guano beberapa jam, satu ilmuwan jadi teler. Satu sakit dan pusing-pusing," kata Elberling.

Setelah diteliti, akhirnya terungkap bahwa dinitrogen oksida ini lepas ke udara dari tinja penguin yang jatuh ke tanah. Bakteri mengurai tinjai dan melepas dinitrogen oksida ke udara.

Penguin diketahui memakan ikan dan udang yang memang punya kandungan nitrogen. Dinitrogen oksida dalam jumlah banyak bisa merusak ozon. Gas yang sama juga dipakai untuk mobil balap untuk menambah kecepatan yang disebut NOS (Nitrous Oxide Systems).

"Emisi dinitrogen oksida ini tentu terlalu kecil untuk dikatakan berdampak pada Bumi. Tapi temuan ini menambah pengetahuan bagaimana koloni penguin mempengaruhi lingkungan di sekitarnya," pungkas Elberling.



Simak Video "Berkostum Penguin, Greenpeace Kampanyekan soal Penyelamatan Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)