Fakta Menarik Tawon Pembunuh yang Invasi Amerika

Fakta Menarik Tawon Pembunuh yang Invasi Amerika

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 14 Mei 2020 07:02 WIB
Ahli serangga dari Departemen Pertanian Negara Bagian Washington, Sven Spichiger menunjukan tawon raksasa Asia di Olympia, Washington, AS, (4/5/2020). Tawon raksasa asal Jepang tersebut mempunyai ukuran sangat besar untuk ukuran tawon.
Tawon raksasa. Foto: AP/Ted S. Warren
Jakarta -

Tawon pembunuh, begitu julukannya dengan nama ilmiah Vespa mandarinia. Tawon ini sedang jadi bahan pembicaraan di Amerika Serikat karena mendadak ada penampakannya, padahal hewan ini habitat utamanya di Jepang.

"Tawon raksasa Asia ini cukup umum di beberapa bagian Asia. Tubuhnya besar, dengan karakteristik kepala orange dan tubuh hitam orange," cetus Akito Y Kawahara, ilmuwan dari Florida Museum of Natural History.

Tawon tersebut adalah yang terbesar di spesiesnya, bisa tumbuh sampai sepanjang 6,4 cm. Meskipun tidak berbahaya jika tidak diganggu, orang harus tetap waspada.

"Mereka akan mempertahankan sarangnya jika diganggu. Tapi dalam kebanyakan kasus, mereka tidak akan melakukan apa-apa jika orang tidak agresif. Karena alat penyengatnya bisa menembus kain tebal, orang harus sebisa mungkin menghindari mereka," papar Akito.

Dikutip detikINET dari Live Science, sengatan tawon ini bisa membuat orang dirawat di rumah sakit atau bahkan meninggal dunia. Namun sebenarnya, angka kematian sangat rendah.

"Sengatan tawon semacam ini membunuh kurang dari 13 orang di Jepang pada 2017 dan 2018, kurang dari 0,00001% dari populasi nasional, di negara di mana banyak orang menghabiskan waktu di hutan," tulis Akito.