Astronom Temukan Bumi Super yang Sangat Langka

Astronom Temukan Bumi Super yang Sangat Langka

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 13 Mei 2020 13:22 WIB
exoplanet
Ilustrasi Exoplanet Bumi Super yang Ditemukan Astronom (Foto: NASA)
Jakarta -

Di tengah galaksi Bima Sakti, astronom menemukan planet dengan fitur yang mirip seperti Bumi. Astronom di University of Canterbury, Selandia Baru mengatakan planet alien ini merupakan Bumi super yang sangat langka.

"Planet baru ini hanya segelintir dari planet extra-solar yang telah terdeteksi dengan ukuran dan orbit yang mirip seperti Bumi," kata University of Canterbury dalam keterangannya, dikutip detikINET dari Cnet, Rabu (13/5/2020).

Planet extra-solar merupakan istilah lain untuk exoplanet atau planet yang berada di luar tata surya. Exoplanet yang baru ditemukan ini memiliki 617 hari dalam setahun dan mengorbit bintang yang lebih kecil dari Matahari.

Lokasinya berada di dekat pusat galaksi Bumi Sakti. Sebagai perbandingan, Bumi berjarak sekitar 25.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bima Sakti.

Dalam studi yang diterbitkan di The Astronomical Journal ini, astronom mendeskripsikan temuannya sebagai 'satu di antara sejuta'. Hal ini dikarenakan teknik gravitational microlensing yang digunakan untuk menemukan planet tersebut termasuk sangat rumit.

Gravitational microlensing mengandalkan fakta bahwa objek luar angka bermassa besar membelokkan ruang di sekitarnya. Ketika sebuah teleskop, objek besar dan target berada dalam satu baris, objek tersebut membelokkan cahaya yang dipancarkan target dan memperbesarnya.

Ini merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa karena menurut University of Canterbury hanya ada satu dari satu juta bintang yang mengalami hal seperti ini.

"Gravitasi gabungan dari planet dan bintangnya menyebabkan cahaya dari latar belakang yang lebih jauh jadi diperbesar dengan cara yang khusus. Kami menggunakan teleskop yang tersebar di seluruh dunia untuk mengukur efek pembengkokan cahaya," kata astronom University of Canterbury Antonio Herrera Martin.

Untuk menemukan planet ini, astronom menggabungkan observasi microlensing yang dikumpulkan dua fasilitas yaitu Optical Gravitational Lensing Experiment yang ada di Polandia, dan Korea Microlensing Telescope Network yang terdiri dari tiga instrumen di Chile, Afrika Selatan dan Australia.

Dengan istilah 'Bumi super' wajar jika banyak yang mengira planet ini akan mirip dengan Bumi. Tapi tidak ada jaminan bahwa planet di kategori ini memiliki kemiripan dengan planet kita.

NASA mendeskripsikan Bumi super sebagai planet dengan massa 10 kali lebih besar daripada Bumi, tapi dengan komposisi yang beragam mulai dari planet air, es hingga gas.



Simak Video "Prosesi Ritual Barong Ider Bumi untuk Tolak Bala di Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)