3 Kemungkinan Mengapa Orang Percaya Teori Konspirasi

3 Kemungkinan Mengapa Orang Percaya Teori Konspirasi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 06 Mei 2020 11:16 WIB
Closeup of thoughtful young Asian woman holding mobile phone and surfing Internet. Attractive student taking selfie at cafe. Communication and work balance concept
3 kemungkinan kenapa seseorang meyakini suatu konspirasi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Ada ratusan atau bahkan ribuan teori konspirasi di dunia ini. Meski banyak yang tidak percaya, ada segelintir orang yang meyakini kebenaran dari teori konspirasi yang beredar.

Teori konspirasi dapat didefinisikan sebagai keyakinan bahwa ada kelompok rahasia yang merencanakan dan melaksanakan tujuan yang jahat atau merugikan orang lain. Dikutip dari Very Well Mind, para ilmuwan menduga ini terjadi karena mekanisme psikologis seseorang.

Kejamnya dunia yang mungkin membuat kamu merasa tidak punya kuasa adalah salah satu alasannya. Keyakinan ini menghadirkan bias kognitif yang menguat dan tertanam. Contoh kecilnya adalah kepercayaan pada paranormal yang mana dipercaya tidak semua orang memiliki kemampuan tersebut.

Akhirnya, hadirlah tiga alasan mengapa orang percaya teori konspirasi. Yang pertama adalah untuk memahami dan mengasah pengetahuan. Teori konspirasi hadir tidak serta merta seperti gosip, melainkan biasanya disertai dengan 'bukti-bukti' yang mendukung alasan mengapa itu bisa dipercaya. Ketika tidak mendapatkan jawaban, besar keraguan orang membuat mereka merasa terjebak oleh orang-orang yang sengaja menyembunyikannya.


Kedua, ialah dengan kebutuhan untuk dapat mengontrol. Ada bukti bahwa orang mempercayai teori konspirasi sebagai cara agar merasa lebih aman dan terkendali. Satu studi menemukan bahwa orang yang merasa tidak berdaya secara psikologis dan sosiopolitik lebih cenderung percaya pada teori konspirasi.

Meski kecemasan tidak dapat serta merta dikaitkan sebagai penyebab, studi lain menemukan orang lebih cenderung percaya pada konspirasi ketika mereka mengalami kecemasan.

Terakhir yang ketiga, ialah kebutuhan untuk merasa spesial. Ketika orang percaya teori konspirasi yang masih diragukan banyak orang, ada rasa mereka 'berbeda' atau bahkan mengetahui hal yang belum orang lain pahami.

Kepercayaan pada konspirasi juga berakar pada apa yang disebut sebagai narsisme kolektif. Ini adalah keyakinan bahwa kelompok sosial seseorang dianggap lebih baik namun kurang dihargai oleh orang lain.



Simak Video "Mengenal Lima Kejahatan Manipulasi Psikologis yang Terjadi Selama Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)