Ilmuwan China: Sulit Mengungkap Misteri Pasien Pertama Corona

Ilmuwan China: Sulit Mengungkap Misteri Pasien Pertama Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 30 Apr 2020 09:02 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Beijing -

Menemukan patient zero atau pasien pertama yang menderita COVID-19 bukanlah hal yang mudah. Tugas tersebut membutuhkan kolaborasi skala global agar menemui kesuksesan.

Demikian dikatakan oleh Jin Qi, ilmuwan Institute of Pathogen Biology yang bernaung di bawah Chinese Academy of Medical Sciences. Menemukan penderita pertama menurut dia, perlu riset yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Ia mencontohkan sejauh ini, ilmuwan belum menemukan patient zero pandemi flu tahun 1918, HIV ataupun flu H1N1 yang merebak di tahun 2009.

"Jika patient zero tidak bergejala atau gejalanya sangat ringan, dia mungkin tidak pergi ke dokter dan tidak ada catatan medis," kata Jin, dikutip detikINET dari Inquirer.

Beberapa pakar mengajukan usul tes antibodi untuk melacak patient zero. Akan tetapi tes yang ada saat ini hanya dapat memberitahu apakah seseorang pernah terinfeksi di masa silam, bukan waktu persisnya.

Liu Peipei, pakar virus di Chinese Center for Disease Control and Prevention, mengatakan jika makin banyaknya angka orang dengan antibodi COVID-19 ataupun yang tanpa gejala merupakan dua halangan utama dalam menemukan pasien pertama.

Liu mengakui bahwa China dan beberapa negara lain memburu siapa patient zero. Namun ia berharap akan ada kolaborasi di antara mereka agar upaya tersebut berhasil.

Tujuan melacak pasien pertama COVID-19 adalah untuk memformulasikan pencegahan spesifik dan rencana pengendalian untuk mencegah wabah serupa terjadi di masa depan. "Tapi ini juga upaya ilmiah yang amat sukar," tutur Jin.

Mengenai asal muasal COVID-19, diklaim jika komunitas ilmiah telah mencapai konsensus, bahwa sangat kecil kemungkinan virus itu adalah buatan manusia, melainkan berasal dari alam.



Simak Video "Menurun, Corona RI Per 18 Januari Tambah 9.086"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)