Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan

Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 09 Apr 2020 16:00 WIB
Trojan Virus Corona
Ilmuwan: COVID-19 Tidak Menyeramkan (Foto: Dok. Kaspersky)
Jakarta -

Wabah virus Corona membuat seluruh dunia ketakutan. Tapi ilmuwan coba bicara dengan data. COVID-19 tidak seseram yang dibayangkan orang.

Pandemi COVID-19 membuat semua orang di dunia mengisolasi diri, menjaga jarak dulu dan kerja dari rumah. Sudah 1,4 juta kasus di seluruh dunia, 82.195 kematian dan 301.649 orang yang sembuh.

Perekonomian dunia terganggu, dan kegiatan masyarakat terhambat, itulah faktanya. Namun bersikap paranoid salah juga. Sekelompok ilmuwan melakukan penelitian dan berkesimpulan, penyakit COVID-19 dari sisi medis tidak seseram yang diramaikan di media sosial.

7 Ilmuwan dari universitas, rumah sakit, dan lembaga kesehatan di Marseilles, Prancis menyampaikan hasil riset yang mencerahkan. Mereka adalah Yanis Roussel, Audrey Giraud-Gatineau, Marie-Thérèse Jimeno, Jean-Marc Rolain, Christine Zandotti, Philippe Colson dan Didier Raoult.


Penelitian mereka bertajuk 'SARS-CoV-2: Fear Versus Data diterbitkan International Journal of Antimicrobial Agents seperti dilihat detikInet di Sciencedirect, Kamis (9/4/2020). Mereka membandingkan tingkat kematian 4 macam coronavirus yaitu HKU1, NL63, OC43 dan E229 dengan COVID-19 di Prancis dan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Mereka juga membandingkan tingkat kematian akibat SARS dan MERS yang juga semuanya adalah keluarga virus Corona. Tim ilmuwan menjumpai data yang menarik.

Per tanggal 2 Maret 2020, mortality rate di dunia akibat COVID-19 adalah 3,4%. Tingkat kematian di negara-negara OECD adalah 1,3%. Tingkat kematian di Prancis tempat para ilmuwan ini berada adalah 1,6%. Tingkat kematian akibat coronavirus selain COVID-19 di Marseille, Prancis adalah 0,8%.


Tim ilmuwan membandingkan bahwa kematian dalam kasus infeksi pernafasan akibat virus selain Corona dan TBC mencapai 2,6 juta orang pertahun. Sementara untuk COVID-19 hingga saat ini sekitar 5 bulan berlangsung adalah 88.550 kematian.

Data membuktikan tingkat kematian akibat COVID-19 relatif sama saja dengan virus corona lainnya dan bahkan masih lebih rendah dari total kematian penyakit infeksi pernafasan akibat virus selain corona dan TBC.

Para ilmuwan ini secara tegas menyimpulkan, masalah virus Corona telah direspons berlebihan. Bagaimana detikers, Anda setuju pendapat mereka?



Simak Video "Naik 687 Kasus, Kasus Covid-19 di RI Jadi 25.216"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)