Ilmuwan Kembangkan Tes Air Liur Sebagai Cara Deteksi COVID-19

Ilmuwan Kembangkan Tes Air Liur Sebagai Cara Deteksi COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 07 Apr 2020 22:16 WIB
Bagaimana Metode dan Prosedur Rapid Test untuk COVID-19?
Ilmuwan Kembangkan Tes Air Liur Sebagai Cara Deteksi COVID-19. (Foto: DW SoftNews)
Jakarta -

Tes air liur yang secara instan mendeteksi virus corona dengan laser sedang dikembangkan oleh para ilmuwan. Metode ini diupayakan segera tersedia dalam kurun waktu setahun.

Dikutip detikINET dari media Inggris Metro, para peneliti CONVAT yang tergabung dalam ICN2 - Institut Catalan Nanoscience dan Nanoteknologi, Spanyol, saat ini sedang mengembangkan sensor laser yang dapat mengambil sampel penyakit pada titik infeksi paling awal dari saliva atau air liur.

Mereka menjelaskan, dengan cara ini biosensor optik non-invasif akan mengambil sampel COVID-19 pada manusia segera setelah hadir di dalam tubuh. Sejauh ini sudah ada enam demonstrator biosensor yang mereka uji di laboratorium yang juga berfungsi untuk aplikasi lain.

Tim peneliti menyebutkan, teknologi tersebut masih membutuhkan adaptasi dan pengujian lebih lanjut, namun dijanjikan bisa tersedia paling lambat dalam satu tahun.

Metode ini awalnya dikembangkan untuk meneliti infeksi bakteri atau biomarker kanker. Detektor yang digunakan memanfaatkan fotonik atau teknologi yang memanipulasi cahaya, untuk mengidentifikasi infeksi pada pasien dengan sejumlah kecil virus.

Para peneliti mengatakan, diagnosis real-time dengan kekhususan tinggi dari sampel konsentrasi rendah, membuat sensor ini jauh lebih dapat diandalkan dari rapid-test yang mendeteksi apakah seseorang telah memiliki virus corona sebelumnya dan telah pulih.

Koordinator proyek penelitian ini, profesor Laura Lechuga menyebutkan, dengan ribuan kematian yang terjadi di seluruh dunia kita sangat membutuhkan kit pengujian cepat yang baru dan akurat, serta sangat sensitif, tidak invasif, dan murah untuk diproduksi.

"Kami saat ini mengintegrasikan semua instrumen ke dalam kotak portabel 25x15x25 cm dengan kontrol tablet. Sejauh ini detektor kami mudah digunakan, dengan 'hanya' memerlukan keahlian teknis, dan dapat digunakan secara luas untuk dokter atau perawat untuk menguji pasien. Nanosensor kami mampu mendeteksi untaian RNA yang akan sepenuhnya mengidentifikasi virus corona baru," jelasnya.

Sementara itu, Chairman of the Photonics21 Healthcare Workgroup Dr Jurgen Popp mengatakan bahwa tim CONVAT bekerja sepanjang waktu untuk mengembangkan tes cepat, non-invasif untuk virus Corona.


"Kemampuan untuk menemukan virus mengerikan ini dengan cepat akan berkontribusi pada upaya dunia dalam memerangi COVID-19 dan menyoroti keberhasilan lain untuk fotonik dan teknologi ringan," sebutnya.



Simak Video "Naik 687 Kasus, Kasus Covid-19 di RI Jadi 25.216"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)