NASA Beberkan Rencana Bangun Markas di Bulan

NASA Beberkan Rencana Bangun Markas di Bulan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 06 Apr 2020 19:32 WIB
markas NASA di Bulan
NASA Beberkan Rencana Bangun Markas di Bulan (Foto: NASA)
Jakarta -

NASA sudah berencana untuk mengirimkan manusia kembali ke Bulan pada 2024 lewat misi Artemis. Misi ini juga akan menjadi batu loncatan bagi NASA untuk membangun markas bagi astronaut di Bulan untuk melakukan misi eksplorasi tambahan.

Dengan adanya kehadiran jangka panjang di Bulan juga memudahkan bagi astronot yang hendak terbang ke bagian tata surya lainnya, seperti Planet Mars. Baru-baru ini NASA membeberkan rencana pembangunan markas di Bulan tersebut.

Dikutip detikINET dari Digital Trends, Senin (6/4/2020) dalam laporan berjudul 'NASA's Plan for Sustained Lunar Exploration and Development' dijelaskan tiga elemen infrastruktur utama yang akan dikembangkan NASA untuk mendukung kehidupan astonaut di Bulan.

Pertama ada kendaraan yang disebut lunar terrain vehicle (LVT). Beda dengan rover pada umumnya, kendaraan ini bisa dikendalikan oleh astronaut secara langsung.

Kendaraan ini tidak akan memiliki area kendali yang tertutup, jadi astronaut harus mengenakan pakaian pelindung khusus extra-vehicular activity (EVA) untuk melakukan perjalanan berdurasi pendek.

Kedua ada platform habitat yang bisa bergerak. Platform ini akan berfungsi seperti rover tapi ukurannya jauh lebih besar.

Karena bentuknya yang tertutup dan memiliki tekanan udara, habitat mobile ini bisa membawa astronaut dalam perjalanan jauh dari tempat pendaratan wahana antariksa hingga 45 hari dalam sekali jalan.

Terakhir ada habitat yang lebih permanen di permukaan Bulan yang disebut Artemis Base Camp. Habitat ini bisa dihuni oleh empat astronaut sekaligus dan menjadi markas mereka selama di permukaan.

Tapi untuk astronaut yang tidak terlibat misi aktif di permukaan Bulan, mereka harus bermarkas di stasiun luar angkasa Gateway yang mengorbit di Bulan. NASA juga akan memanfaatkan Gateway untuk melakukan simulasi perjalanan ke Mars yang diisi empat orang kru.

Simulasi ini akan berlangsung selama berbulan-bulan, mengikuti durasi perjalanan menuju Mars. Setelah itu, kru pendaratan yang terdiri dari dua astronot akan mendarat ke permukaan Bulan dan dua lainnya tetap tinggal di orbit.

"Misi ini akan menjadi misi deep-space manusia dengan durasi terpanjang dalam sejarah," tulis laporan tersebut.

"Mereka akan menjadi uji coba operasional yang pertama tentang kesiapan sistem deep space durasi panjang, dan operasi kru terpisah yang penting bagi pendekatan kami untuk misi Mars manusia yang pertama," imbuhnya.



Simak Video "Helikopter Pertama Akan Diterbangkan di Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)