Selasa, 17 Mar 2020 22:05 WIB

China Pakai Sinar UV untuk Bersihkan Bus

Rachmatunnisa - detikInet
teknologi uv China Pakai Sinar UV untuk Bersihkan Bus. Foto: AFP
Jakarta -

Bermacam teknologi dikerahkan China untuk melawan laju penyebaran virus corona. Mulai dari robot, drone, AI, kamera pengenal waja, hingga sinar ultraviolet (UV). Yang disebut terakhir, digunakan sebagai disinfektan. Bagaimana caranya?

Sinar UV dipancarkan ke seluruh penjuru bus untuk membunuh kuman dan virus-virus sebagai bagian dari upaya bersih-bersih menghalau epidemi COVID-19 yang mematikan. Mengapa menggunakan sinar UV? Otoritas kesehatan China menyebutkan, virus corona sensitif terhadap sinar UV dan panas.

Sebelum menggunakan teknologi ini, disinfeksi dilakukan dengan membersihkan bus menggunakan penyemprot. Cara ini memerlukan waktu lebih lama, memerlukan dua orang per bus untuk melakukannya, lebih repot, dan kurang efektif karena mungkin saja ada bagian bus yang tidak tersentuh.

Dengan menggunakan sinar UV, perusahaan transportasi Shanghai bisa mendisinfeksi 250 bus dalam sehari. Disinfeksi yang semula perlu waktu 30-40 menit per bus, dipangkas menjadi hanya 5 menit per bus. Cara ini dinilai lebih cermat untuk melenyapkan semua efek penyakit COVID-19.

Menurut Qin Jin, Vice Manager Yanggao, perusahaan transportasi umum di China, pekerjaan disinfeksi dengan sinar UV bukan hanya sangat efektif, tapi juga sangat hemat. Dia mengatakan, dengan cara ini, 99,9% virus bisa dimusnahkan.

"Dengan 1.000 armada bus, metode ini jelas lebih efisien karena tidak membutuhkan banyak pegawai untuk menjalankannya," kata Qin Jin seperti dikutip dari Channel News Asia.

"Jika bus didisinfeksi dengan metode konvensional, kami menggunakan 44 bahan pencuci dan setelah itu harus mengeringkan bis. Setelah kering punnbahan-bahan disinfektan masih tersisa, sehingga tetap membahayakan manusia," sambungnya.

China Pakai Sinar UV untuk Bersihkan BusMembersihkan bus hanya perlu 5 menit menggunakan sinar UV. Foto: AFP

Disinfeksi dengan cara ini juga dilakukan untuk membersihkan lift, rumah sakit, dan 'mencuci' uang tunai oleh bank.

Namun organisasi kesehatan dunia WHO memperingatkan bahwa sinar UV tidak boleh digunakan untuk membersihkan tangan atau area kulit mana pun. Pasalnya, radiasi UV bisa mengakibatkan iritasi kulit. Karenanya, disinfeksi menggunakan sinar UV harus dilakukan di ruangan tertutup dan dioperasikan dari luar ruangan.

Ahli kesehatan Paul Tambyah yang merupakan President of Asia Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection menyebutkan, sinar UV tidak bisa digunakan untuk disinfeksi area publik, namun bisa sangat efektif jika dilakukan dengan benar.

"Disinfeksi UV mulai digunakan luas di rumah sakit di berbagai negara untuk membersihkan kamar-kamar yang sudah ditinggalkan oleh pasien. Cara ini digunakan untuk membunuh patogen yang resisten terhadap antimikroba, TBC dan agen infeksi lain. Memang belum umum cara ini digunakan untuk transportasi publik," ujarnya.

Yang jelas menurutnya, perlu kehati-hatian agar jangan sampai mengenai kulit. Disinfeksi dengan sinar UV jika sampai mengenai kulit bisa menyebabkan kanker kulit.

Seperti apa pembersihan bus menggunakan sinar UV? Lihat videonya di bawah ini.

[Gambas:Youtube]

(rns/rns)