Sabtu, 14 Mar 2020 16:17 WIB

Lakukan Lockdown Corona, Udara di Italia Bersih dari Polusi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Corona di Italia Setelah lockdown, udara Italia bersih dari polusi. Foto: CNN
Jakarta -

Udara di Italia saat ini terlihat bersih dari polusi, setelah di negara tersebut memberlakukan lockdown sebagai respon meningkatknya jumlah warga yang terinfeksi dan meninggal akibat virus corona.

Fakta tersebut terungkap lewat sebuah video yang diolah oleh Badan Antariksa Eropa (ESA), menggunakan data yang dikumpulkan oleh satelit Copernicus Sentinel-5P.

Copernicus Sentinel-5P yang memiliki fungsi mengawasi polusi di udara di atmosfer, memperlihatkan kondisi udara di Italia tampak bebas dari emisi di lihat dari luar angkasa.

Seperti dikutip dari Space, Sabtu (14/3/2020) satelit tersebut memperlihatkan penurunan tajam emisi nitrogen dioksida di Italia selama dua setengah bulan pertama 2020.

"Meskipun mungkin ada sedikit variasi dalam data karena tutupan awan dan perubahan cuaca, (tapi) kami sangat yakin bahwa pengurangan emisi yang dapat kita lihat bertepatan dengan penguncian di Italia yang menyebabkan lebih sedikit lalu lintas dan kegiatan industri," tutur Claus Zehner selaku Manager di ESA.

Dengan pemerintah menerapkan kebijakan lockdown, warga Italia makin banyak yang memilih tinggal di rumah, sehingga berdampak pada penurunan emisi nitrogen dioksida di negeri ini, khususnya di wilayah utara.

Copernicus Sentinel-5P tak hanya mengukur emisi nitrogen dioksida, tetapi juga memantau ozon, sulfur dioksida, karbon monoksida, hingga metana. Semua ini dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan iklim, maka dari itu ESA melakukan monitoring.

Diketahui, Italia menjadi negara terbesar yang mengonfirmasi kasus COVID-19 di luar China. Hal ini yang melatarbelakangi pemerintah setempat memberlakukan lockdown agar corona tidak menyebar semakin meluas.

Sejak meningkat secara drastis jumlah yang terinfeksi virus corona, Italia memutuskan untuk memberlakukan lockdown.



Simak Video "Dalam Sehari 250 Tewas dan 2.000 Terinfeksi Corona di Italia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)