Rabu, 26 Feb 2020 22:20 WIB

Planet Venus dan Bulan Akan 'Ciuman'

Rachmatunnisa - detikInet
The perfect, clear viewing conditions above ESOs Paranal Observatory in Chile make for a fantastic opportunity to observe the wonders of the Universe. Sometimes, however, its nice to appreciate things closer to home, such as Earths trusty lunar companion, and one of its neighbouring planets, Venus, seen as the bright light to the Moons top-right. The rolling Chilean mountains provide a stunning silhouetted landscape beneath. Pertemuan Venus dan Bulan di langit Chili. Foto: ESO/Y. Beletsky/
Jakarta -

Venus dan Bulan akan bertemu minggu ini. Sebuah pemandangan indah akan terlihat dari Bumi saat keduanya bersama di peraduan nanti.

Momen tersebut akan terjadi pada Kamis, 27 Februari 2020. Para astronom memperkirakan pertemuan Venus dan Bulan akan berlangsung selama 45 menit setelah Matahari terbenam.

Venus, yang merupakan salah satu objek paling terang di langit, akan bergerak lebih dekat ke Bulan minggu ini karena orbit alami mereka. Meskipun dua objek kosmik ini memiliki orbit yang berbeda, mereka mengikuti jalur yang sama di langit, yang dikenal sebagai ekliptika.

Dari perspektif Bumi sendiri, pada hari Kamis tersebut, Venus dan Bulan akan tampak saling berdekatan. Namun pada kenyataannya, planet ini akan berada sekitar 84 juta mil dari Bumi. Bulan, di sisi lain, berada sekitar 250.000 mil jauhnya dari planet ini.

Seperti dikutip dari IB Times, selama fenomena ini berlangsung, Venus yang terlihat benderang akan muncul di samping Bulan. Menariknya, fenomena yang sama akan terjadi lagi pada 28 Maret 2020.

Menurut ilmuwan planet dari NASA Bill Dunford, di hari istimewa tersebut Bulan akan muncul dalam bentuk bulan sabit. Untuk menyaksikan pertemuan tersebut, Dunford menyarankan untuk melihat ke barat daya atau arah antara barat dan selatan. Penampakan akan terlihat dalam kondisi langit cerah.

"Dari sini, Bulan akan muncul tepat di bawah rasi bintang Aries. Di sampingnya adalah Venus, yang akan tampak seperti bintang besar dan terang di langit," ujarnya.

Dunford mengatakan tidak akan terlalu sulit untuk menemukan Venus karena planet dan Bulan adalah dua objek paling terang di langit setelah Matahari. Jadi begitu Matahari terbenam, kedua benda ini akan terlihat menonjol.

"Keduanya akan menciptakan tampilan paling terang di langit minggu ini, setelah Matahari tentu saja. Ketika Matahari tenggelam, keduanya (Venus dan Bulan) akan saling mendekat, saat bulan sabit melewati Venus," kata Dunford.



Simak Video "Bocah Magang di NASA Temukan Planet Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)