3 Skenario untuk Hentikan Asteroid Menabrak Bumi

3 Skenario untuk Hentikan Asteroid Menabrak Bumi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 25 Feb 2020 08:05 WIB
Asteroid
3 Skenario untuk Hentikan Asteroid Menabrak Bumi Foto: Brainberries
Jakarta -

Jika melihat di film dan serial TV, asteroid yang akan menabrak Bumi biasanya datang secara tiba-tiba. Asteroid fiksional ini biasanya baru ditemukan beberapa hari atau minggu sebelum akhirnya menghantam Bumi.

Tapi di dunia nyata, hampir semua asteroid raksasa yang bisa mengancam kehidupan di Bumi sudah diawasi dengan seksama oleh NASA. Bahkan peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah merancang tiga skenario untuk menghentikan asteroid yang mengarah ke Bumi.

Astronomer telah mengamati objek-objek ini saat mendekati Bumi untuk melihat apakah objek tersebut akan melewati 'lubang kunci'. Menurut astronomer, lubang kunci ini adalah area di luar angkasa yang harus dilewati asteroid untuk bisa berada di jalur tabrakan saat pendekatan berikutnya ke Bumi.

"Lubang kunci ini seperti pintu - saat terbuka, asteroid akan menabrak Bumi setelahnya, dengan kemungkinan yang besar," kata pemimpin studi ini yang juga mahasiswa master MIT, Sung Wook Paek seperti dikutip detikINET dari LiveScience, Senin (24/2/2020).

Waktu yang paling tepat untuk menghentikan objek berbahaya mendekati Bumi adalah sebelum mereka mencapai lubang kunci ini. Paek dan timnya pun memformulasikan tiga tiga opsi misi yang bisa dilakukan untuk menangkis asteroid dalam jangka waktu pendek.

Pertama ada misi 'tipe 0' yang menggunakan satu kendaraan antariksa berukuran besar untuk ditembakkan ke arah objek, dan diarahkan menggunakan informasi terbaik yang ada tentang lintasan objek untuk mendorongnya agar menjauh dari jalur.

Kedua, misi 'tipe 1' yang mengirimkan wahana pengumpul informasi sebelum meluncurkan roket penghantam utamanya, agar bisa mengarahkan bidikan yang lebih baik dan hasil yang maksimum.

Ketiga, misi 'tipe 2' di mana satu penghantam kecil diluncurkan bersamaan dengan wahana pengumpul data untuk menabrak asteroid agar melenceng dari jalurnya. Setelah itu semua informasi dari wahana tersebut digunakan untuk menyempurnakan hantaman kedua yang lebih kecil.

Untuk memformulasikan tiga opsi ini, ilmuwan menerapkannya pada dua asteroid pembunuh planet yang berada di sekitar Bumi, Apophis dan Bennu. Jika waktunya cukup, mereka menemukan misi tipe 2 bisa digunakan untuk menangkal hantaman Bennu. Tapi jika tidak ada waktu, misi tipe 0 juga bisa digunakan.

Untuk kasus Apophis sedikit berbeda. Jika waktunya sempit, misi tipe 1 menjadi opsi yang paling baik. Jika waktunya lebih banyak, misi tipe 2 bisa lebih baik, tergantung pada betapa sulitnya untuk membuat Apophis oleng dari jalur tabrakannya.

Di kedua kasus, jika waktunya terlalu sempit, peneliti menemukan tidak ada misi yang bisa berhasil untuk menghentikan asteroid dan mengubah jalur tabrakannya.

Dalam studinya, peneliti mengatakan prinsip ini bisa digunakan untuk mempelajari asteroid pembunuh planet lainnya. Nantinya, data ini bisa digunakan untuk melatih algoritma machine learning untuk membuat kebijakan berdasarkan data yang ada.



Simak Video "Catat! Asteroid Sebesar Bukit Bakal Lintasi Bumi 29 April 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)