Senin, 20 Jan 2020 13:38 WIB

SpaceX Ledakkan Roket dalam Uji Coba Sistem Darurat

Virgina Maulita Putri - detikInet
SpaceX Ledakkan Roket dalam Uji Coba Sistem Darurat (Foto: Reuters)
Jakarta - SpaceX meledakkan roket Falcon 9 dalam uji coba sistem darurat kapsul awaknya. Ini merupakan salah satu uji coba besar yang harus dilewati SpaceX dengan nilai sempurna sebelum diizinkan membawa astronot ke luar angkasa.

Dilansir detikINET dari Space, Senin (20/1/2020) roket Falcon 9 yang diledakkan ini diluncurkan dari pusat peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, AS pada Minggu (19/1) pagi waktu setempat. Peluncuran ini awalnya dijadwalkan pada Sabtu (18/1) tapi diundur sehari karena cuaca yang buruk.



Uji coba ini disebut sebagai uji coba in-flight abort (IFA). Uji coba ini dilakukan tanpa awak, tapi ada dua manekin yang menumpang kapsul Crew Dragon.

Misi IFA ini dilakukan untuk menguji sistem darurat SuperDraco yang ditugaskan untuk mendorong kapsul Crew Dragon menjauh dari roket yang membawanya jika terjadi keadaan darurat saat peluncuran.

Saat uji coba peluncuran tersebut, roket Falcon 9 yang membawa kapsul Crew Dragon meluncur seperti biasa. Sekitar satu menit setelah roket meluncur dan 19 km di atas Samudera Atlantik, kapsul Crew Dragon kemudian melepaskan diri dari roket dengan bantuan dorongan dari mesin SuperDraco.

Tidak lama setelah kapsul Crew Dragon menjauh, mesin Falcon 9 sengaja dimatikan yang membuat roket tersebut kehilangan kendali dan meledak menjadi bola api di angkasa. Kapsul Crew Dragon kemudian mencapai ketinggian 43 km sebelum mengeluarkan parasutnya dan mendarat di lautan.


Keberhasilan uji coba ini disambut gembira oleh pendiri SpaceX, Elon Musk. Dalam konferensi pers, ia mengatakan misi ini berjalan dengan sempurna.

Ucapan selamat juga datang dari Administrator NASA, Jim Bridenstine. Lewat cuitannya, Bridenstine mengatakan dengan uji coba ini maka selangkah lagi astronot bisa terbang ke luar angkasa dari daratan Amerika Serikat.

"Selamat kepada @NASA dan tim @SpaceX atas keberhasilan In-Flight Abort Test! Uji coba penting ini menempatkan kita menuju peluncuran astronot Amerika pada roket Amerika dari tanah Amerika," tulis Bridenstine.



NASA memang telah berhenti mengirimkan astronot ke International Space Station (ISS) sejak berhentinya era pesawat ulang-alik pada tahun 2011. Badan antariksa AS ini telah bekerjasama dengan SpaceX dan Boeing untuk bisa kembali meluncurkan astronot dari AS.

Setelah ini, SpaceX masih memiliki beberapa uji coba lagi yang harus dilakukan sebelum mendapatkan lampu hijau dari NASA. Setelah data dari peluncuran ini selesai dibahas, SpaceX berharap bisa melakukan uji coba berawak bersama astronot Bob Behnken dan Doug Hurley.

Simak Video "Kekasih Elon Musk Buka-bukaan soal Kehamilannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)