Rabu, 15 Jan 2020 09:04 WIB

Mengagetkan, Material Tertua di Bumi Eksis Sebelum Matahari

Fino Yurio Kristo - detikInet
Debu bintang di meteor Murchison. Foto: CNN Debu bintang di meteor Murchison. Foto: CNN
Jakarta - Pada 50 tahun silam, sebuah meteor jatuh ke Bumi dan mendarat di Australia. Penelitian terbaru mengungkap temuan mengagetkan, bahwa meteor itu mengandung debu bintang atau stardust yang terbentuk antara 5 sampai 7 miliar tahun yang lalu.

Maka, meteor tersebut dan debu bintangnya adalah material solid tertua yang pernah ditemukan di planet ini. Sebagai gambaran, Matahari kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun sehingga debu bintang itu sudah eksis jauh sebelum Matahari dan Tata Surya.

Debu bintang di meteor bernama Murchison itu disebut sebagai 'butiran pra Matahari' karena terbentuk sebelum adanya bintang kita.


Dikutip detikINET dari CNN, bintang lahir kala gas, debu dan panas berpadu dengan cara yang tepat. Mereka bisa eksis jutaan sampai miliaran tahun sebelum sekarat dan melepaskan penyusun utamanya ke antariksa.

Meteor, seandainya tidak menabrak terlalu banyak benda, bisa menjadi semacam kapsul waktu dengan material pembentuk bintang yang 'terjebak' di bodinya. Namun penemuan debu bintang di meteor yang jatuh ke Bumi sangat jarang, hanya 5% di antaranya mengandung material tersebut.

Studi terbaru soal Murchison dipublikasikan di jurnal National Academy of Sciences. "Ini merupakan salah satu studi paling menarik yang pernah saya kerjakan," kata Philip Heck, salah satu peneliti dari University of Chicago.

"Itu merupakan material solid tertua yang pernah ditemukan dan memberitahu kita tentang bagaimana bintang terbentuk di galaksi kita. Itu adalah sampel solid dari bintang," jelasnya.


Sebagian debu bintang yang didapat usianya antara 4,6 sampai 4,9 miliar tahun. Sebagian lagi lebih tua dari 5,5 miliar tahun. Disimpulkan pula bahwa 7 miliar tahun silam, bintang-bintang mulai banyak terbentuk.

"Sangat menarik mengamati sejarah galaksi kira. Debu bintang adalah material tertua yang pernah menyambangi Bumi dan darinya, kita bisa belajar soal bintang, asal karbon di tubuh kita dan dari mana oksigen. Dengan debu bintang, kita bisa melacak material sebelum adanya Matahari," pungkasnya.

Simak Video "Terekam Kamera! Meteor Melintas di Langit Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)