China Akan Luncurkan Pesaing GPS Tahun Depan

China Akan Luncurkan Pesaing GPS Tahun Depan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 28 Des 2019 15:19 WIB
Ilustrasi satelit Foto: Photo by NASA on Unsplash
Jakarta - Beberapa tahun terakhir China telah mengembangkan teknologi satelit navigasi yang dinamai BeiDou Navigation Satellite System. Teknologi navigasi ini dikembangkan sebagai pesaing Global Positioning System (GPS) yang dikembangkan oleh Amerika Serikat.

Setelah pengembangan bertahun-tahun, China siap meluncurkan dua satelit terakhir yang akan menyelesaikan pembangunan BeiDou-3 Navigation Satellite System.



Juru bicara China Satellite Navigation Office, Ran Chengqi mengungkap bahwa China telah berhasil meluncurkan satelit yang berisikan inti dari sistem navigasi, yang memungkinkan jaringan satelit tersebut untuk menyediakan layanan secara global.

Dengan satelit tambahan ini, jumlah satelit di konstelasi tersebut mencapai angka 24 dan sudah semakin mendekati tahap penyelesaian.

"Sebelum Juni 2020, kami berencana untuk meluncurkan dua satelit lagi ke orbit geostationary dan sistem BeiDou-3 akan lengkap sepenuhnya," kata Ran yang dikutip detiKINET dari Gizmodo, Sabtu (28/12/2019).

Ran mengatakan dengan peluncuran satelit terbaru BeiDou, jaringan ini memiliki tingkat akurasi hingga lima meter di Asia Pasifik dan 10 meter di bagian dunia lainnya.

Proyek yang akan segera diselesaikan ini merupakan versi ketiga dari sistem BeiDou. BeiDou 1, yang terdiri dari tiga satelit, mulai menyediakan layanan terbatas pada tahun 2000 dan dipensiunkan pada tahun 2012.



Di tahun yang sama, sistem BeiDou 2 yang terdiri dari 10 satelit diluncurkan. Jaringan ini menyediakan layanan di wilayah Asia dan sekitarnya.

Pada tahun 2015, China mulai mengerjakan versi ketiga yang bisa menyediakan layanan secara global. Jika sudah meluncur, BeiDou akan menjadi layanan navigasi global keempat yang ada di dunia, mengikuti GPS milik AS, GLONASS milik Rusia, dan Galileo milik Uni Eropa.

Simak Video "Serikat Pedagang India Minta Warga Boikot Barang China!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)