Selasa, 03 Des 2019 13:51 WIB

NASA Temukan Bangkai Wahana Antariksa India di Bulan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Berbulan-bulan tak ditemukan, akhirnya lokasi wahana antariksa India ditemukan oleh NASA. Perangkat pendaratan di Bulan atau moon lander bernama Vikram itu hancur saat coba melakukan pendaratan pada September silam.

Vikram adalah salah satu wahana dalam misi India menaklukkan Bulan bersama pesawat antariksa utama yang memantau Mars dari ketinggian. Lander itu gagal mendarat dan hilang kontak, menggagalkan upaya India jadi negara keempat yang mendaratkan wahana di satelit Bumi itu.

Dikutip detikINET dari Guardian, NASA telah menunjukkan foto yang diambil oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang lalu lalang di Bulan. Tampak lokasi tabrakan dan puing-puing pesawat tersebar dalam radius beberapa kilometer.


Sejak diumumkan bahwa wahana India gagal mendarat, NASA dan pihak lain sudah mencoba mencari bangkainya namun selalu gagal. Baru berselang hampir 3 bulan, NASA menemukan titik terang.
NASA Temukan Bangkai Wahana Antariksa India di BulanFoto: NASA


Pihak India sebenarnya sudah menyatakan bahwa bangkai Vikram ditemukan, namun mereka belum pernah menunjukkan fotonya.

Vikram merupakan bagian dari misi Chandrayaan 2 yang diluncurkan Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli dengan membawa tiga muatan, orbiter, lander, dan sebuah rover. Semua wahana itu adalah buatan India.

Adapun biaya misi Chandrayaan 2 menelan USD 145 juta yang terhitung murah. Bila dibandingkan, uang yang dirogoh oleh Indian Space Research Organization (ISRO) ini lebih murah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame yang mencapai USD 356 juta.

Gagalnya India ini memusnahkan mimpi mereka jadi negara keempat setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China yang sudah lebih dulu mendaratkan wahana antariksanya di Bulan. Dan dengan kandasnya misi mengeksplorasi satelit alami Bumi ini menjadikan India senasib dengan Israel.



Simak Video "Kapal Wisata Terbalik di India, 12 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)