Senin, 25 Nov 2019 22:25 WIB

NASA Coba Rekayasa Gen Astronaut Agar Bisa Hidup di Mars

Aisyah Kamaliah - detikInet
Peneliti sedang mencoba rekayasa DNA para astronaut agar bisa bertahan hidup di Mars. Foto: NASA Peneliti sedang mencoba rekayasa DNA para astronaut agar bisa bertahan hidup di Mars. Foto: NASA
Jakarta - NASA dan para peneliti di baliknya tengah mengembangkan cara agar astronaut bisa bertahan hidup di kosmik, termasuk di dalamnya planet Mars.

Cornell University di New York kini meneliti tardigrade yang mana adalah hewan berukuran kecil yang resisten terhadap radiasi kosmik. Karenanya, ilmuwan berusaha meneliti gen mereka dalam beradaptasi dan mengimplannya pada para astronaut untuk selamat dari radiasi yang bisa menyebabkan kanker.

"Kami akan melindungi mereka secara fisik, kamu juga akan melindungi mereka secara farmakologi," ujar Dr Christopher Mason, ilmuwan kepala pada proyek ini seperti dikutip dari The Times. "Tapi mampukah kita melindungi mereka secara genetik, dengan pelindung di dalam sel mereka?" tanya dia.

Para ilmuwan masih belum tahu apa efek jangka panjang dari perubahan terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang. Ahli genetika Universitas Harvard Profesor George Church telah menelusuri lebih dari 40 gen lain yang dapat bermanfaat bagi astronaut telah dieksplorasi olehnya.

Salah satunya, ditemukan di Tibet, memungkinkan mereka bertahan hidup di puncak gunung, di mana sangat sedikit oksigen. Bila gen itu bisa ditransfer ke astronot, sifat itu dapat membantu mereka bertahan hidup dengan pasokan gas yang terbatas di luar Bumi.



Dikutip dari The Sun, Gen yang unik dikenal sebagai gen ABC11, dikaitkan dengan keringat yang tidak berbau. Selain itu ada gen lainnya yang mampu meningkatkan memori dan ketahanan, juga gen untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan.

Ilmuwan gen Profesor Robin Lovell-Badge, dari Francis Crick Institute di London, mengatakan kepada The Times bahwa gagasan DNA tardigrade adalah hal yang menarik, tapi masih belum matang sehingga butuh penyempurnaan beberapa dekade lagi dari penerapan.

"Saya tidak punya rencana untuk merekayasa astronaut dalam satu hingga dua dekade mendatang," kata pemimpin ilmuwan Dr Mason kepada hadirin di sebuah konferensi ruang angkasa Amerika Serikat bulan lalu.

"Jika kita memiliki 20 tahun lagi penemuan murni dan pemetaan serta validasi fungsional dari apa yang kita tahu, mungkin 20 tahun dari sekarang, saya berharap kita bisa berada pada tahap di mana kita bisa mengatakan kita dapat membuat manusia yang bisa bertahan lebih baik di Mars, "tutupnya Dr Mason.



Simak Video "Robot InSight Mendarat di Planet Mars Gegerkan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)