Senin, 18 Nov 2019 11:04 WIB

Mau Kembali Daratkan Manusia di Bulan, NASA Terganjal Dana

Fino Yurio Kristo - detikInet
Astronot mendarat di Bulan. Foto: Getty Images Astronot mendarat di Bulan. Foto: Getty Images
Washington - NASA diminta pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk kembali mendaratkan astronot ke Bulan pada 2024. Namun demikian, masih ada halangan cukup besar soal pendanaan.

Russel Vought, direktur anggaran Gedung Putih, belum lama ini mengirimkan surat pada Konggres bahwa meskipun dukungan mereka besar, alokasi dana untuk kesuksesan misi ke Bulan belum mencukupi.

Dikutip detikINET dari Space.com, pada tahun fiskal 2019 NASA mendapatkan anggaran USD 22,8 mliar, termasuk USD 1,6 miliar buat riset dan pengembangan. Tapi jumlah itu belum cukup untuk mencapai tujuan mendarat di Bulan.


"Uang ini tidak cukup untuk mendanai secara penuh sistem pendaratan yang akan digunakan oleh astronot untuk kembali ke Bulan pada tahun 2024," tulisnya.

Pemerintahan Donald Trump memang meminta NASA cepat kembali ke Bulan, lebih awal dari rencana sebelumnya. Rencana NASA ke Bulan disebut dengan nama Artemis. Beberapa perangkat misi Artemis sudah lama dikembangkan.

Roket besar bernama Space Launch System (SLS) dan kapsul kru bernama Orion sudah dibuat selama sekitar 10 tahun. Keduanya diharapkan bisa uji coba terbang perdana pada 2021.

TAPI jadwal SLS tidak mulus, di mana penerbangan perdana sebenarnya diharapkan pada tahun 2017, kini sudah mundur sampai 2021. Ongkosnya bengkak dan ada kritik mengatakan NASA sebaiknya beralih memakai roket komersial yang sudah siap terbang. Apalagi biayanya lebih mura

Dan semuanya pasti akan bermuara ke masalah dana. Total biaya program Artemis dalam 5 tahun ke depan butuh ekstra sangat tinggi, antara USD 20 sampai 30 miliar. cepat kembali ke Bulan, lebih awal dari rencana sebelumnya.



Simak Video "Video NASA Detik-detik Merkurius Lintasi Matahari"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)