Jumat, 30 Agu 2019 14:00 WIB

Eksis 3,8 Juta Tahun Silam, Inikah Nenek Moyang Tertua Manusia?

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Membuka Tabir Baru
Halaman 2 dari 2
Fosil anamensis yang ditemukan. Foto: Reuters Fosil anamensis yang ditemukan. Foto: Reuters

Diperkirakan A. anamensis adalah nenek moyang langsung dari spesies bernama Australopithecus afarensis. Sedangkan A. afarensis disebut nenek moyang langsung kelompok (genus) manusia, yang dikenal dengan sebutan Homo, termasuk di dalamnya manusia yang hidup saat ini.

Penemuan pertama kerangka afarensis tahun 1974 menyebabkan sensasi dan diberi julukan Lucy oleh para ilmuwan. Nama itu berasal dari lagu The Beatles, Lucy in the Sky With Diamonds, yang diputar di situs penggalian. Lucy disebut sebagai "kera pertama yang berjalan" dan berhasil menarik perhatian publik.

Penemuan ini juga mungkin membuka teori baru. Sebelumnya, ilmuwan yakin bahwa anamensis, yang sebelumnya diketahui hanya dari fragmen tulang, punah dan bangkitlah afarensis. Namun temuan ini mengungkap dua spesies itu sepertinya hidup berdampingan setidaknya selama 100 ribu tahun.

Ini melawan ide bahwa nenek moyang manusia berkembang secara linear dan menunjukkan tumpang tindih spesies mirip kera bisa terjadi, membuka kemungkinan berbagai rute evolusi menuju spesies manusia pertama.

Secara singkat, temuan tersebut tidak membantah bahwa Lucy memang menghasilkan genus Homo akan tetapi di sisi lain turut membuka perdebatan tentang kemungkinan spesies lain yang bisa jadi asal-usul manusia.

Ilmuwan pun akan terus melakukan penyelidikan. "Ia hidup di dekat danau besar yang dulu kering. Kami akan melakukan pekerjaan di deposit itu untuk memahami lingkungannya, hubungannya dengan perubahan iklim serta bagaimana dampaknya pada evolusi manusia," ujar Naomi Levin, salah satu peneliti.

(fyk/krs)