Kapal Rusia Ini Dikritik sebagai 'Chernobyl Apung', Kenapa?

Kapal Rusia Ini Dikritik sebagai 'Chernobyl Apung', Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 27 Agu 2019 15:35 WIB
Kapal Akademik Lomonosov yang dikritik Greenpeace sebagai 'Chernobyl Apung'. (Foto: Reuters)
Moskow - Rusia baru saja meluncurkan inovasi kapal yang dibekali dengan pembangkit listrik tenaga nuklir. Kapal bernama Akademik Lomonosov itu telah berlayar dari pelabuhan Murmansk di Arktik menuju wilayah Chukotka sejauh 5.000 kilometer.

Lembaga nuklir Rusia, Rosenergoatom, menyatakan kapal tersebut bermanfaat untuk menyediakan tenaga listrik di area terpencil. Salah satu tujuannya untuk mendayai penambangan Chaun Bilibin di Chukotka.

Kritik berdatangan antara lain dari Greenpeace, karena dua reaktor nuklir di kapal itu dianggap berisiko tinggi, apalagi ia berlayar di wilayah Arktik yang dikenal terpencil dan masih alami.

Kelompok pencinta lingkungan itu bahkan menyebutnya sebagai "Chernobyl Apung" (Floating Chernobyl) atau "Chernobyl di Atas Es" (Chernobyl on Ice), merujuk pada tragedi reaktor nuklir di Chernobyl.




Dikutip detikINET dari BBC, 5 minggu silam juga terjadi kecelakaan saat mesin bertenaga nuklir Rusia meledak di wilayah Arktik yang menewaskan 5 orang serta melepaskan radiasi berbahaya. Kekhawatiran mengenai potensi bahaya itu pula yang membuat kapal ini dianggap memberi ancaman seperti Chernobyl.

Namun, Rusia tetap jalan terus. Akademik Lomonosov akan pula mensuplai listrik di pertambangan minyak tengah laut milik Rusia. Ide lainnya adalah menjadikannya semacam pabrik penyulingan air untuk menyediakan minuman di lokasi terpencil.

Lomonosov dibuat di St Petersburg. Dalam kondisi cuaca bagus, ia dapat berlayar antara 7 sampai 9 kilometer per jam. Reaktor nuklirnya diklaim sangat kuat dan mampu bertahan walaupun diterjang tsunami.

Fasilitas nuklir itu sendiri dikatakan cukup untuk menyuplai listrik sebuah kota dengan 100 ribu penduduk. Untuk mengoperasikannya, ada sekitar 70 kru yang dibawa. Adapun panjangnya 140 meter dan lebarnya 30 meter serta dirancang beroperasi sampai 40 tahun.




Simak Video "Roket SpaceX Berhasil Meluncur, Trump Puji Elon Musk-NASA"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)