Minggu, 11 Agu 2019 08:58 WIB

Mengintip Persiapan NASA cs Tangkis Asteroid Berbahaya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kawah akibat hujaman asteroid. Foto: istimewa Kawah akibat hujaman asteroid. Foto: istimewa
Jakarta - Ancaman asteroid belakangan menjadi perhatian lembaga antariksa seperti NASA. Menilik masa silam, hantaman asteroid ke Bumi memang bisa berujung runyam.

Pada 1908, asteroid powerful menghujam Pidkamennaya Tunguska River di daerah terpencil hutan Siberia, Rusia. Kejadian ini menghancurkan hutan sebesar 2.000 kilometer persegi, setara dengan negara bagian Rhode Island di Amerika Serikat.

Lima tahun silam, sebuah asteroid memasuki atmosfer Bumi di daerah Chelyabinks, Rusia. Ia meledak di udara, melontarkan sekitar 30 kali energi lebih besar dibanding bom atom, memancarkan cahaya lebih besar dari Bumi.


Sekitar 7.000 bangunan rusak dan 1.000 orang terluka. Asteroid tersebut tak terdeteksi karena datang dari arah dan jalur yang sama seperti Matahari.

Karena itulah, upaya meningkatkan kesadaran akan ancaman asteroid terus digeber. Menurut survei terakhir di Amerika Serikat oleh Pew, 62% orang dewasa di AS menyatakan salah satu priorits terbesar NASA adalah mengawasi asteroid atau obyek yang bisa menghantam Bumi.

Near Earth Object atau NEO, demikian sebutannya. Saat ini, NASA menyatakan belum ada NEO yang mengandung ancaman signifikan, tapi tidak bisa diremehkan.

Menurut Dante Lauretta selaku Principal Investigator NASA, asteroid menghantam Bumi setiap hari. Namun kebanyakan begitu kecil sehingga terbakar di atmosfer. Tapi asteroid kecil pun dapat menimbulkan kerusakan seperti yang terjadi di Chelyabinks. Dan semakin kecil, semakin susah dideteksi.

Teknologi pertahanan asteroid pun dipercanggih. US National Science and Technology Council telah merilis rancangan National Near-Earth Object Preparedness Strategy and Action Plan untuk mengkoordinasikan upaya dalam 10 tahun ke depan dalam menangkal bahaya asteroid.

Tujuannya untuk meningkatkan deteksi dan identifikasi NEO, prediksi lebih baik, teknologi untuk menangkis atau mengganggu jalur NEO, meningkatkan kerja sama internasional, serta protokol jika terjadi tabrakan asteroid.

Skenario Asteroid Hantam New York

Mei silam, NASA membuat skenario menakutkan tentang jatuhnya asteroid raksasa ke planet Bumi. Meski berhasil mengamankan, ternyata ada sebagian asteroid itu yang meluncur ke tengah kota New York.

Dalam latihan Planetary Defense Conference, partisipan dari NASA, Federal Emergency Management Agency dan lembaga terkait lainnya diberi waktu 8 tahun untuk coba menghentikan sebuah asteroid yang dalam jalur menubruk Bumi.

Ketika waktunya tiba, NASA dan lembaga antariksa lain di seluruh dunia bersama-sama mengendalikan asteroid itu. Akan tetapi ada bagian besar yang terlepas dan menuju Bumi.

Asteroid yang digambarkan sepanjang 260 meter itu mengarah ke kota Denver, tapi lembaga antariksa berhasil mengubah jalurnya memakai pesawat gerak cepat yang didesain untuk membelokkan asteroid.


Namun bagian sepanjang 80 meter terlepas dan tetap menuju ke Bumi dengan kecepatan 19 kilometer per detik menuju kota New York. Itu akan menimbulkan akibat hebat, melepas energi tubrukan antara 5 sampai 20 megaton. Sebagai perbandingan, kombinasi bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki 'hanya' menghasilkan 0,04 megaton energi.

Setelah dianalisa, tidak ada cara lain yang lebih aman selain mengevakuasi seluruh warga New York demi keselamatan mereka.

NASA menjelaskan bahwa simulasi itu didesain membantu pemegang kebijakan mempraktekkan jika terjadi tumbukan asteroid dengan skenario terburuk. Memang dalam sejarah, sudah banyak terjadi tabrakan asteroid berimbas mengerikan. Walau untuk saat ini memang belum ada ancaman tersebut.

Simak Video "Asteroid 'Dewa Kekacauan' Dekati Bumi 10 Tahun Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed