Rabu, 03 Jul 2019 12:57 WIB

Momen Gerhana Matahari Total Gelapkan Sebagian Bumi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Gerhana Matahari Total di Chile. Foto: Reuters Gerhana Matahari Total di Chile. Foto: Reuters
Jakarta - Gerhana Matahari Total telah berlangsung. Momen tersebut sempat terekam sebuah satelit, di mana terlihat jelas ada bayangan hitam menutupi sebagian wilayah Bumi yang bulat.

Diketahui, fenomena alam langka itu merupakan yang pertama dan satu-satunya yang terjadi pada tahun ini dan kejadiannya di Pasifik. Di tahun sebelumnya, Gerhana Matahari Total pernah gelapkan sebagian wilayah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.




Detik-detik kala sepanjang 10 ribu kilometer yang membentang di Samudera Pasifik, Chile, dan Argentina dilanda kegelapan itu terekam oleh GOES-West, sebuah satelit cuaca yang dimiliki oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration (NASA).


Menariknya lagi, seperti dikutip dari Space, Rabu (3/7/2019), Gerhana Matahari Total terjadi bertepatan dengan badai Barbara di selatan Samudera Pasifik.




Setelah ini Gerhana Matahari Total baru akan terjadi lagi di Desember 2020. Wilayah Amerika Selatan bagian selatan akan menikmati kegelapan sementara tatkala Bumi, Bulan, dan Matahari dalam posisi sejajar.

Berikutnya, Space menyebutkan Gerhana Matahari Total berlangsung sekitar setiap 18 bulan sekali. Misalnya, Amerika Serikat terjadi pada April 2024.




Simak Video "Pertanyakan Bentuk Bumi, Astronaut Malaysia: Demi Allah Bumi Itu Bulat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)