Senin, 17 Jun 2019 21:00 WIB

17 Juni 1985, Kisah Astronot Muslim Pertama di Luar Angkasa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi astronot. Foto: (iStock) Ilustrasi astronot. Foto: (iStock)
Jakarta - Tepat 34 tahun lalu pada hari ini, ada seorang pria yang menorehkan sejarah sebagai pria berlatarbelakang etnis Arab dan Muslim pertama di luar angkasa. Dia adalah Sultan Salman Abdulaziz Al-Saud.

Melihat namanya saja, terindikasi bahwa dirinya berasal dari keluarga darah biru. Ya, Sultan Salman Abdulazis Al-Saud merupakan bagian dari keluarga Kerajaan Arab Saudi, ia adalah anak kedua dari Raja Salman.




Di samping asal-usulnya itu, Sultan Salman adalah seorang astronot keturunan Arab dan Muslim pertama yang mencapai luar angkasa. Pastinya juga, Sultan Salman merupakan keluarga Kerajaan Arab Saudi pertama yang bisa ke ruang hampa.


Sultan Salman Abdulaziz Al-Saud.Sultan Salman Abdulaziz Al-Saud. Foto: NASA


Dikutip dari Space, Senin (17/6/2019), peristiwa itu terjadi pada 17 Juni 1985. Sultan Salman ikut bagian sebagai awak pesawat ulang-alik Discovery yang menjalankan misi STS-51G Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).




Ketika itu, Sultan Salman seorang pilot dan baru berumur 28 tahun, di mana usianya tersebut membawanya memegang rekor sebagai orang termuda yang terbang dengan pesawat luar angkasa kala itu.

Selama menjalankan misi, Sultan Salman turut melepaskan satelit komunikasi yang dinamakan ARABSAT-1B untuk Organisasi Komunikasi Satelit Arab.


(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed