Sabtu, 08 Jun 2019 22:31 WIB

WNI yang Ingin Jadi Asgardian vs ke Mars, Banyak Mana?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Ketertarikan warga negara Indonesia (WNI) terhadap luar angkasa terbilang besar. Terbukti, ada 81 ribu nama Indonesia yang siap dikirimkan ke planet Mars pada 2020. Sebelumnya, ada ribuan orang Indonesia yang teratrik ingin jadi Asgardian alias warga Asgardia.

Sedikit kilas balik, Asgardia sempat jadi fenomena di pertengahan 2017. Asgadia hadir sebagai konsep negara pertama di luar angkasa yang diprakarsai oleh Igor Ashurbeyli, pendiri Aerospace International Research Center di Rusia.

Siapa sangka, saat itu ada ratusan ribu orang mendaftarkan diri untuk jadi warga negaranya, termasuk dari Indonesia. Terhitung Rabu (26/7/2017), sebanyak 275.323 orang dari 226 negara mendaftarkan diri menjadi Asgardian.



Igor yang menobatkan dirinya sebagai Presiden pertama Asgardia menyebutkan, Asgardia diciptakan untuk membuat sebuah peradaban baru yang diselimuti kedamaian.

"Berbagai macam konflik internasional yang kita lihat sudah sangat kuat, ibarat air mendidih di dalam pot, sehingga satu-satunya jalan untuk lepas adalah dengan ke luar angkasa. Dunia pun tampaknya hanya akan terus menimbulkan masalah, dan sepertinya tidak akan bisa dipecahkan di Bumi," ujarnya.

"Jadi, kalian butuh pergi ke tempat lain. Kalian butuh tempat untuk melepaskan diri dari ini semua. Saya pikir ide ini telah mendapat momennya yang sesuai karena banyak orang, walau tanpa mereka sadari, yang sudah membuka pikiran mereka lebih luas untuk menyelesaikan masalah (di Bumi)," katanya menambahkan.


Ketertarikan Orang RI Jadi Warga Asgardia dan Pesan 'Tiket' ke MarsFoto: Infografis: Luthfy Syahban

Adanya Asgardia menjadi kontroversi. Konsep kenegaraannya tidak akui oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebab, definisi negara yang diusung Asgardia mustahil untuk membawa manusia secara fisik ada di luar angkasa dalam jangka panjang.

Selepas itu, baru-baru ini ada sebuah program NASA yang melibatkan publik untuk menjadi bagian dari misi pendaratan robot penjelajah Mars 2020 ke planet Mars. Mengetahui kampanye yang menarik ini, netizen pun ramai-ramai mendaftarkan namanya untuk ikut diterbangkan ke Mars, termasuk dari Indonesia. Partisipasi WNI dalam pemesanan 'tiket gratis' ke Mars cukup ramai, hingga menempatkan Indonesia jadi salah satu 'penumpang' ke Mars terbanyak di dunia.



Ketertarikan Orang RI Jadi Warga Asgardia dan Pesan 'Tiket' ke MarsFoto: NASA/JPL-Caltech


Tiket gratis yang dimaksud berupa souvenir boarding pass yang sebelumnya harus diisi terlebih dulu dengan cara mendaftarkan nama dan asal negara kita. Nantinya, nama-nama para pendaftar akan ikut diterbangkan ke Mars menggunakan robot penjelajah Mars 2020. Diketahui, misi tersebut direncanakan meluncur musim panas 2020 dan mendarat di Planet Merah pada Februari 2021.

Berdasarkan pantuan detikINET di situs tersebut hingga Sabtu siang (8/6/2019) tercatat sudah ada 6,8 juta pendaftar yang masuk, dengan 81 ribu di antaranya merupakan nama-nama dari Indonesia. Kalian termasuk salah satunya? (agt/agt)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed