Kamis, 09 Mei 2019 14:10 WIB

Astronot di ISS Jajal Bioreaktor Ganggang, Buat Apa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto ilustrasi International Space Station (ISS): (AFP/Getty Images) Foto ilustrasi International Space Station (ISS): (AFP/Getty Images)
Jakarta - Astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) mau menjajal bioreaktor bertenaga ganggang. Mereka akan menguji apakah eksperimen terbaru tersebut dapat digunakan untuk misi jangka panjang di masa depan.

Alat eksperimen bernama Photobioreactor ini tiba di ISS Senin (6/5), menumpangi kargo SpaceX Dragon. Eksperimen ini memanfaatkan ganggang untuk mengubah karbon dioksida yang dihembuskan astronot menjadi oksigen dan biomassa yang dapat dikonsumsi lewat fotosintesis.




Nantinya eksperimen ini juga bekerja dengan sistem pendaur ulang udara yang disebut Advanced Closed-Loop System (ACLS) yang tiba di ISS pada tahun 2018. ACLS akan menyaring metana dan air dari karbon dioksida yang berada di kabin. Setelah itu ganggang di Photobioreactor akan menggunakan karbon dioksida yang tersisa untuk menghasilkan oksigen dan membuat solusi hybrid PBR@ACLS.

Eksperimen ini diharapkan dapat membantu mewujudkan sistem pendukung kehidupan closed-loop, yang nantinya dapat menopang kehidupan astronot tanpa misi suplai ulang kargo dari Bumi. Secara spesifik, hal ini penting dalam misi panjang menuju Bulan atau Mars yang membutuhkan suplai lebih besar dari apa yang bisa dibawa oleh kendaraan antariksa.




"Tentu saja penggunaan sistem ini menarik terutama untuk stasiun pangkalan planet atau untuk misi yang sangat panjang," kata Project Leader for the Photobioreactor Experiment DLR Oliver Angerer dalam keterangan resmi seperti dikutip detikINET dari Space, Kamis (9/5/2019).

"Tapi teknologi ini tidak akan tersedia saat dibutuhkan jika fondasinya tidak didirikan dari sekarang," sambungnya.




Eksperimen ini akan membudidayakan ganggang miksroskopik yang bernama Chlorella vulgaris. Tidak hanya menghasilkan oksigen, ganggang ini juga akan memproduksi biomassa bernutrisi yang dapat menjadi makanan untuk astronot.

Kemampuan untuk menghasilkan biomassa yang dapat dimakan dari karbon dioksida di pesawat antariksa berarti dapat mengurangi jumlah makanan yang harus dikirimkan dalam misi luar angkasa. Peneliti memperkirakan sekitar 30% makanan astronot dapat diganti dengan ganggang karena kandungan proteinnya yang tinggi.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed