Senin, 06 Mei 2019 19:06 WIB

Air di Mars Hilang karena Badai Debu Raksasa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi planet Mars. (Foto: NASA) Ilustrasi planet Mars. (Foto: NASA)
Jakarta - Badai debu raksasa di Mars dikenal berbahaya karena bisa menghalangi sinar Matahari mencapai permukaan planet. Badai debu inilah yang merusak robot Opportunity milik NASA setelah tidak mampu mengisi ulang dayanya menggunakan sinar Matahari.

Ternyata, badai ini tidak hanya bisa merusak robot melainkan juga membantu mempercepat hilangnya air di planet merah tersebut. Penemuan ini merupakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh NASA menggunakan ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO).




Peneliti menggunakan TGO untuk melacak pergerakan uap air di permukaan Mars sebelum dan sesudah badai debu yang terjadi pada tahun 2018. Badai debu ini sama dengan badai debu yang merusak robot penjelajah Opportunity.

Data TGO mengindikasikan badai ini bisa mengangkat molekul air menuju ketinggian yang lebih jauh lagi. Jika biasanya molekul air terangkat ke ketinggian 20 kilometer, badai ini bisa membawa molekul menuju ketinggian 80 kilometer.

Di ketinggian tersebut, radiasi surya bisa memecah molekul air menjadi atom hidrogen dan oksigen yang membangunnya dengan lebih mudah. Elemen-elemen ini yang kemudian menghilang di angkasa.




"Ketika kalian membawa air menuju bagian yang lebih tinggi di atmosfer, itu akan tertiup dengan lebih mudah," kata peneliti NASA, Geronimo Villanueva dalam keterangan resminya, seperti dikutip detikINET dari Space, Senin (6/5/2019).

NASA telah menghabiskan banyak waktu untuk meneliti badai debu Mars yang terjadi tahun 2018. Studi ini dilakukan untuk melihat bagaimana fenomena alam ini dapat mempengaruhi iklim planet dan untuk mempersiapkan misi ke permukaan planet di masa akan datang.


(vim/krs)