Selasa, 30 Apr 2019 17:33 WIB

NASA Bilang Ancaman Asteroid Itu Nyata, Jangan Disepelekan!

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Photo by Conner Baker on Unsplash Foto: Photo by Conner Baker on Unsplash
Jakarta - Administrator NASA Jim Bridenstine memperingatkan bahwa persiapan untuk menghadapi hantaman asteroid merupakan topik yang tidak boleh disepelekan.

Dalam pidatonya di International Academy of Astronautics Planetary Defense Conference, Bridenstine mengatakan bahwa adanya "giggle factor" seperti dalam film Hollywood bikin publik jadi menyepelekan potensi ancaman asteroid yang menabrak Bumi.

"Kami harus memastikan bahwa orang-orang memahami bahwa ini bukan tentang Hollywood, ini bukan tentang film," kata Bridenstine seperti dikutip detikINET dari Space, Selasa (30/4/2019).




"Ini pada dasarnya adalah tentang melindungi satu-satunya planet yang kita tahu sekarang bisa menampung kehidupan, dan itu adalah planet Bumi," sambungnya.

Bridenstine mengatakan bahwa misi untuk melindungi Bumi dari ancaman asteroid harus dipandang sejajar dengan misi-misi prioritas NASA lainnya, seperti misinya untuk mendaratkan astronot di Bulan pada tahun 2024.




NASA telah mulai serius dalam mendeteksi serta melacak asteroid dan objek luar angkasa lainnya setelah meteor menghantam kota Chelyabinsk di Rusia pada tahun 2013. Meteor yang berukuran 20 meter tersebut menghancurkan ribuan gedung dan melukai lebih dari 1.500 orang.

Bridenstine pun memperingatkan bahwa kejadian seperti yang terjadi di Chelyabinsk tidak sejarang yang diperkirakan banyak orang. Salah satu prediksi menyebut kejadian seperti ini bisa terjadi tiap 60 tahun.




Tidak hanya mendeteksi dan melacak asteroid, NASA juga sudah menyiapkan misi pertahanan yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART). Misi ini mengemban tugas untuk "menembak" asteroid yang menuju Bumi dengan tujuan untuk mengubah arahnya dan menghindari tabrakan.

Bridenstine menegaskan bahwa jika pertahanan terhadap ancaman asteroid harus bisa dilakukan secepat mungkin, agar bisa menghindari bencana besar seperti yang menimpa dinosaurus pada masanya.

"Kita tahu faktanya dinosaurus tidak memiliki program luar angkasa. Tapi kita punya dan kita perlu menggunakannya," pungkasnya.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com