Selasa, 30 Apr 2019 14:04 WIB

Atmosfer Pluto Diprediksi Hilang Tahun 2030, Kok Bisa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: NASA
Jakarta - Pluto kini merupakan planet kerdil yang lokasinya hampir berada di ujung tata surya. Walaupun lokasinya sangat jauh dari Matahari, Pluto tetap memiliki atmosfer tipis yang sebagian besar terdiri dari nitrogen.

Nah, lapisan atmosfer tipis di Pluto ini diperkirakan menghilang pada tahun 2030. Hal ini merupakan kesimpulan dari studi tentang atmosfer Pluto yang telah berlangsung selama 28 tahun.

"Apa yang ditemukan dalam studi adalah ketika Pluto berada di posisi paling jauh dari Matahari, dan selama musim dingin di kutub utara, nitrogen di atmosfer membeku," kata salah satu penulis studi dan profesor di University of Tasmania, Andrew Cole dalam keterangan resminya, seperti dikutip detikINET dari CNN, Selasa (30/4/2019).




"Apa yang prediksi kami tunjukkan adalah pada tahun 2030 atmosfer akan membeku dan menghilang dari seluruh planet ini," sambungnya.

Cole menyebut bahwa prediksi hilangnya atmosfer Pluto itu diakibatkan oleh meningkatnya tekanan atmosferik hingga tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir.

Studi ini merupakan kolaborasi antara ilmuwan dari delapan negara yang mempelajari atmosfer Pluto dan evolusinya sejak tahun 1988 menggunakan teleskop yang ada di Bumi. Ilmuwan berhasil membuat observasinya berkat fenomena yang disebut okultasi, di mana planet berada di depan bintang yang posisinya lebih jauh.




Fenomena ini memungkinkan ilmuwan untuk mengukur berapa banyak cahaya dari bintang yang berhasil diserap oleh atmosfer Pluto. Observasi ini kemudian digabungkan dengan informasi tambahan yang dikumpulkan oleh wahana antariksa New Horizons yang melewati Pluto pada tahun 2015.

Cole menambahkan jika atmosfer Pluto membeku dan menghilang akan membuat planet kerdil ini terlihat lebih cerah di langit. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk memantulkan lebih banyak cahaya Matahari.

"Lahan merah mencolok yang terlihat dalam gambar New Horizons dapat memudar jika ditutupi dengan salju dari nitrogen yang membeku," kata Cole.


(vim/krs)