Kamis, 11 Apr 2019 17:41 WIB

Seluk Beluk Lubang Hitam, Misteri Angkasa yang Mencengangkan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 2
Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA Ilustrasi lubang hitam. Foto: NASA
Jakarta - Sebagian orang pasti sudah sering mendengar istilah lubang hitam atau black hole. Pamor misteri luar angkasa ini kembali dipergunjingkan setelah untuk pertama kalinya, astronom dapat menangkap gambar lubang hitam. Jadi sebenarnya apa sih lubang hitam itu?

Secara dasar, bila mendengar kata lubang hitam biasanya orang akan langsung menyebut sebuah lubang yang berada di luar angkasa yang mampu menyedot apapun yang ada di sekitarnya.

Sedangkan spekulasi lainnya mengatakan lubang hitam sebenarnya adalah lubang waktu atau jembatan antar dimensi yang bisa mengantar objek di dalamnya ke sisi lain semesta. Apa benar demikian?

Yang namanya menduga-duga memang sah-sah saja, tapi bila bertanya soal lubang hitam ke ahli astrologi jawabannya berbeda-beda. John Mitchell adalah ilmuwan asal Inggris yang pertama kali bicara soal eksistensi lubang hitam pada tahun 1783.




Salah satu teorinya mengatakan adanya benda di angkasa seperti bintang, namun dengan daya tarik gravitasi luar biasa. Saking besarnya, sampai-sampai bisa menarik benda langit yang ada di sekitarnya. Jangankan bintang, lubang hitam bahkan dapat menarik cahaya.

Atau bila dicontohkan, bila sebuah benda tertarik oleh lubang hitam, meski berusaha melepaskan diri dengan kecepatan cahaya, hal itu akan sia-sia.

Adapun istilah lubang hitam dipopulerkan oleh John Archibald Wheeler yang merupakan seorang ahli Fisika asal Amerika Serikat pada tahun 1968. Ia mengatakan, karena lubang hitam bisa menarik cahaya, maka area di sekitarnya menjadi gelap.

Itulah sebabnya Wheeler menyebut misteri semesta ini sebagai lubang hitam. Selain itu karena gelap, lubang hitam juga jadi tak terlihat.

Proses lubang hitam menelan bintang dalam sebuah teori disebut terjadi tak dalam waktu singkat melainkan sampai beberapa hari. Awalnya yang disedot adalah gas yang berada di sekeliling bintang tersebut.

Kemudian tahap selanjutnya bintang tersebut suhunya naik signifikan hingga jutaan celcius. Panasnya naik terus-menerus hingga sedikit demi sedikit habis ditelan lubang hitam.

Halaman selanjutnya: Kata Einstein dan Stephen Hawking Soal Lubang Hitam (fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed