Rabu, 10 Apr 2019 08:59 WIB

Hii, Stasiun Luar Angkasa Internasional Dipenuhi Bakteri

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional/ISS: (AFP/Getty Images) Foto ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional/ISS: (AFP/Getty Images)
Jakarta - Ilmuwan NASA baru saja menemukan bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) dipenuhi oleh bakteri yang bisa menimbulkan penyakit. Hii.

Banyak dari organisme yang ditemukan di permukaan stasiun luar angkasa tersebut diketahui dapat membentuk biofilm bakteri dan jamur yang resisten terhadap antibiotik.

Tidak hanya itu, biofilm tersebut juga mampu menyebabkan korosi yang disebabkan oleh mikroba di Bumi. Hal yang sama ditakutkan dapat merusak infrastruktur ISS dengan menyebabkan penyumbatan mekanis.




Penelitian ini diterbitkan oleh NASA dalam jurnal Microbiome dan merupakan pertama kalinya bakteri dan jamur dalam ruang lingkup tertutup dikumpulkan dalam satu katalog yang komprehensif.

Mikroba yang ditemukan di ISS ini sebagian besar datang dari manusia. Mikroba ini juga biasa ditemukan di tempat-tempat seperti gym, kantor dan rumah sakit di Bumi.

Beberapa dari mikroba tersebut termasuk patogen seperti Staphylococcus aureus dan Enterobacter. Walaupun ketika di Bumi kedua patogen ini bisa menyebabkan penyakit, tidak diketahui apa dampak yang mereka bawa kepada astronot di ISS.




"Mikroba spesifik di dalam ruangan di Bumi telah menunjukkan dampak kepada kesehatan manusia," kata Senior Research Scientist di NASA Jet Propulsion Laboratory yang juga salah satu penulis riset ini, Kasthuri Venkateswaran seperti dikutip detikINET dari Engadget, Rabu (10/4/2019).

"Ini bahkan lebih penting bagi astronot selama penerbangan luar angkasa, karena mereka telah mengubah kekebalan dan tidak memiliki akses kepada tindakan medis canggih yang ada di Bumi," sambungnya.




Venkateswaran mengatakan mikroba yang saat ini ada di ISS kemungkinan telah ada sejak stasiun luar angkasa tersebut diluncurkan ke orbit pada tahun 1998. Selain itu, mikroba lainnya datang ke ISS bersamaan dengan kedatangan astronot atau kargo baru.

Sebagai bagian dari penelitian ini, tim peneliti menggunakan metode kultur tradisional dan juga gene sequencing untuk menganalisa sampel yang dikumpulkan dari delapan titik di ISS, termasuk jendela, toilet, tempat olahraga, meja makan dan area tidur selama 14 bulan.

Peneliti mengklaim hasil studi ini dapat meningkatkan keamanan bagi astronot NASA, perjalanan antariksa jangka panjang atau kehidupan manusia di luar angkasa.





(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed