Jumat, 15 Mar 2019 13:03 WIB

Badai Matahari Menerjang, Apa Potensi Bahayanya?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Badai Matahari. Foto: NASA Badai Matahari. Foto: NASA
Jakarta - Badai Matahari diperkirakan melanda Bumi pada 15 Maret hari ini, berdasarkan keterangan dari website Space Weather. Apa dampaknya bagi planet ini? Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Lubang korona 13 Maret kemarin. Posisi lubang korona di sekitar ekuator matahari memang bisa melepaskan angin matahari cepat yg diperkirakan mencapai bumi dalam 2 hari. Tetapi efeknya tidak seperti yang diberitakan," tulis akun resmi LAPAN di Twitter.

Ditambahkan oleh LAPAN bahwa intensitas paparannya tidak terlalu signifikan atau rendah. Beda halnya jika terjadi secara masif, mungkin baru akan menimbulkan gangguan.




Dikutip detikINET dari USA Today, badai matahari tercipta dari partikel energi tinggi yang dilepaskan dari matahari oleh ledakan yang terjadi di permukaannya. Energi dari matahari itu berinteraksi dengan atmosfer dan medan geomagnetis Bumi.

Badai magnetik di permukaan matahari dapat membentuk apa yang dikenal sebagai 'jilatan api matahari'. Jika badai cukup kuat, maka akan menyebabkan pelepasan massa koronal (CME). "(CME) adalah ledakan besar medan magnet dan plasma dari koronal matahari," jelas SWPC (Space Weather Prediction Center).

"Ketika CME berdampak pada magnetosfer Bumi, mereka bertanggung jawab atas badai geomagnetik dan menyebabkan adanya aurora," lanjutnya.

Badai Matahari sebelumnya pernah beberapa kali terjadi. Meski tidak ada dampak buat manusia, tapi badai ini berpotensi mengacaukan jaringan telekomunikasi di bumi. Gangguan yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari memutuskan komunikasi radio hingga merusak satelit.

Misalnya pada Januari 2005 badai Matahari mengganggu komunikasi radio dan satelit. Lalu pada Oktober - November 2003 pernah memutuskan komunikasi radio, merusak beberapa satelit serta power blackout di Swedia.




Badai Matahari pun berpotensi mengganggu Global Positioning System (GPS). GPS bekerja dengan mentransmisikan gelombang radio dari satelit ke penerima di bumi, pesawat udara, dan satelit lain. Sinyal radio ini digunakan untuk menghitung posisi dengan sangat akurat.

Namun karena badai matahari, kinerja GPS berpotensi menjadi tidak akurat karena terkena imbas badai tersebut yang mengakibatkan gangguan jaringan satelit dan kelistrikan.

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed