Senin, 11 Mar 2019 13:11 WIB

Misteri Pulau yang Wujudnya Kena Blur Separuh di Google Maps

Virgina Maulita Putri - detikInet
Pulau misterius yang separuhnya di-blur Google Maps. (Foto: Mururoa via screenshot Google Maps) Pulau misterius yang separuhnya di-blur Google Maps. (Foto: Mururoa via screenshot Google Maps)
Jakarta - Sebuah pulau terlihat misterius karena penampakan wujudnya, via citra satelit, yang kena blur separuh di layanan Google. Begini kisahnya.

Untuk menjelajahi tempat-tempat di Bumi secara virtual, setidaknya ada layanan Google Maps dan Google Earth. Pengguna pun bisa "pelesir" ke tempat-tempat di penjuru bumi tanpa perlu beranjak.

Nah, dari Google Maps dan Google Earth ini pula bisa kelihatan tempat-tempat nun jauh di sana sampai yang kelihatan misterius. Sebuah atol, atau pulau koral, bernama Mururoa misalnya.

Pulau 'Misterius' Ini Wujudnya Di-Blur Separuh Google MapsFoto penampakan Mururoa via screenshot Google Maps

Lewat pemantauan dari Google Maps atau Google Earth, Mururoa yang berada di Polinesia Prancis, Pasifik Selatan itu terlihat di-blur tepat separuhnya. Sedangkan satu sisi lainnya terlihat layaknya penampakan pulau lain via citra satelit.




Dilansir detikINET dari Express, Senin (11/3/2019), tidak diketahui persis rahasia apa yang disembunyikan Mururoa. Tapi usut punya usut, selama tiga dekade atol ini sudahh menjadi pusat uji coba nuklir oleh pemerintah Prancis.

Atol yang merupakan bagian dari Archipelago Tuamotu ini pertama kali menjadi lokasi uji coba nuklir pada tahun 1966. Beberapa bom yang menjadi uji coba bahkan memiliki kekuatan hingga 200 kali lebih dahsyat dari bom yang dijatuhkan Amerika Serikat di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang saat Perang Dunia II.

Pulau 'Misterius' Ini Wujudnya Di-Blur Separuh Google MapsFoto penampakan Mururoa, saat di-zoom, via screenshot Google Maps

Karena digunakan sebagai lokasi uji coba nuklir, daerah sekitarnya pun terkontaminasi radiasi tinggi. Studi dari Greenpeace menunjukkan air di perairan Peru dan Selandia Baru ikut terkontaminasi dengan level radiasi 12 millirem.

Bahkan, penduduk di Tahiti yang juga berada di Polinesia Prancis juga mengeluhkan bahwa mereka terkena dampak dari radiasi yang dihasilkan dari uji coba tersebut.




Uji coba nuklir ini baru berhenti pada tahun 1996, setelah presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, menutup fasilitas uji coba tersebut. Hingga saat ini, Mururoa masih menjadi area yang tidak boleh dimasuki dan terus dijaga oleh militer Prancis, yang mungkin saja menjadi alasan mengapa penampakan atol ini di-blur.

Ini bukan pertama kalinya penampakan sebuah pulau di-blur Google dalam layanannya. Sebelumnya, pulau Jeanette yang berada di Laut Siberia Timur juga di-blur dan hanya terlihat seperti noda berwarna hitam di Google Earth.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed