Minggu, 10 Mar 2019 18:22 WIB

AS Sukses Uji Pesawat Tempur Tanpa Awak

Agus Tri Haryanto - detikInet
ilustrasi pesawat tempur. Foto: Reuters ilustrasi pesawat tempur. Foto: Reuters
Jakarta - US Air Force baru-baru ini sukses menyelesaikan pengujian terhadap pesawat tempur bermesin jet tanpa awak yang bernama XQ58-A Valkyrie.

Valkyrie adalah pesawat tempur yang nantinya akan difungsikan sebagai 'wingman' alias pendamping pesawat tempur dengan pilot manusia dalam sebuah misi. Konsep seperti ini sebelumnya sudah sering dimunculkan dalam video game, di mana drone bisa menjadi pendamping pilot manusia.

Pesawat ini dikembangkan oleh Air Force Research Laboratory yang bekerja sama dengan Kratos Unmanned Aerial Systems. Valkyrie dikembangkan sebagai platform yang relatif murah yang bisa difungsikan dalam perang elektronik, penyerangan, atau berfungsi sebagai pesawat pengintai.



Pengontrolnnya sendiri bisa dilakukan oleh pesawat utama yang berpilot manusia. Valkyrie juga bisa membawa senjata seperti bom, dan ia bisa take off dari landasan biasa ataupun diluncurkan menggunakan roket.

Dibandingkan dengan F-16 Fighting Falcon dan F-22 Raptor, Valkyrie punya jangkauan yang cukup bersaing, yaitu sedikit di bawah 2.500 mil, sementara jangkauan F-16 sendiri mencapai 2.600 mil, dan F-22 1.800 mil.

Meski begitu, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (10/3/2019), kecepatan maksimal Valkyrie memang lebih rendah. Hanya 652 mph berbanding 1.500 mph. Namun perlu diingat, biaya pembuatan Valkyrie hanya USD 2-3 juta per unitnya atau sebanding dengan misil Patriot, sementara pesawat tempur pada umumnya biayanya mencapai USD 100 juta.



Pengujian terhadap prototipenya dilakukan dalam penerbangan perdana --terdiri dari lima misi -- pada 5 Maret lalu di Yuma Proving Grounds di Arizona, AS. USAF sendiri menyebut drone ini berfungsi seperti yang diharapkan dalam penerbangan selama 76 menit.

[Gambas:Youtube]

(agt/rns)