Sabtu, 02 Mar 2019 12:59 WIB

SpaceX Terbangkan Manekin Perempuan ke Angkasa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: SpaceX Foto: SpaceX
Jakarta - Setelah melakukan serangkaian pengembangan, akhirnya kapsul berawak milik SpaceX bernama Crew Dragon akan memulai penerbangan bersejarahnya pada hari Sabtu (2/3/2019) waktu setempat.

Direncanakan wahana antariksa itu akan diluncurkan ke orbit dari pusat antariksa NASA menggunakan roket Falcon 9. Menurut jadwal, peluncuran Dragon tersebut berlangsung pada pukul 02:48 EST.


Diketahui, Crew Dragon adalah bagian dari program kru komersial NASA senilai USD 8 miliar, di mana itu ditujukan untuk mengembalikan kemampuan agensi dalam meluncurkan manusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sebagai informasi, NASA menghentikan program pesawat ulang alik pada Juli 2011 dan sejak saat itu, mereka selalu mengirim astronotnya dengan nebeng ke pesawat antariksa Rusia, Soyuz.


Tidak ada awak dalam penerbangan uji coba Dragon ini, tetapi sebagai gantinya manekin perempuan jadi 'tumbalnya' dalam misi kali ini seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (3/2/2019). Boneka tersebut dinamai Ellen Ripley, tokoh utama dalam film Alien.

Hans Koenigsmann, Wakil Presiden SpaceX untuk Pembangunan dan Pengembangan mengatakan dalam sesi konferensi pers bahwa boneka tersebut dilengkapi dengan pakaian luar angkasa.

SpaceX Terbangkan Manekin Perempuan ke AngkasaFoto: SpaceX


"Ini memiliki banyak sensor. Kami menyebutnya orang pintar dan namanya adalah Ripley," ujar Koenigsmann.

Pemilihan manekin dalam penerbangan uji coba Crew Dragon ke ISS ini bukan tanpa alasan, SpaceX tak ingin mengambil risiko besar dengan bertaruh pada nyawa seseorang.

NASA menyebutkan kalau Ripley ini sebagai Anthropomorphic Test Device (ATD) yang memungkinkan dapat memonitor perubahan mendadak dalam cepat pada gravitasi. Jika kekuatan tersebut terlalu kuat, astronot dari Crew Dragon ini bisa pingsa atau bahkan terluka.

Di tubuh Ripley juga disematkan sensor yang dapat mengatur suhu, mendengarkan tingkat kebisingan yang berbahaya, dan memastikan awak wahana antariksa itu tidak bergetar terlalu banyak di setiap titik dalam misinya.

SpaceX Terbangkan Manekin Perempuan ke AngkasaFoto: SpaceX



"Sama seperti Anda melakukan pengujian mobil, itu akan mengukur semua respons. Idealnya seluruh lingkungan akan sangat lembut dan mudah, tetapi kami tahu bahwa ketika Anda mendarat di bawah parasut, pendaratan itu bisa sulit," ungkap Manager Program Kru Komersial Nasa Kathryn Lueders.

Setelah kembali mendarat di Bumi, para insiyur akan memasukan data yang direkam pada sensor Ripley untuk memodelkan kondisi Crew Dragon nantinya dalam misi sesungguhnya. (agt/afr)