Minggu, 17 Feb 2019 16:30 WIB

Kecerdasan Buatan Perusahaan Elon Musk Bikin Ketakutan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Kyle Grillot/Reuters Foto: Kyle Grillot/Reuters
Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) makin canggih dan di sisi lain juga kian mengkhawatirkan. Sampai-sampai, perusahaan non profit yang digawangi Elon Musk, OpenAI, ketakutan untuk merilisnya ke publik.

Open AI didirikan tahun 2015 oleh Musk dan dedengkot startup, Sam Altman untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang bermanfaat bagi manusia. Nah, teknologi AI terbaru mereka bisa demikian bagus mengarang berita.

Sistem AI tersebut didesain untuk mempelajari pola bahasa. Periset menggunakan 40 GB data dari 8 juta halaman website untuk melatih sistem bernama GPT-2 itu.

Hasilnya, ia mampu membuat teks yang sedemikian nyata. OpenAI pun memutuskan tidak merilisnya dengan kekhawatiran akan disalahgunakan untuk menebar hoax.


"Terlihat begitu nyata. Bisa saja seseorang dengan niat jahat akan mampu membuat berita palsu berkualitas tinggi," sebut David Luan, Vice Preaident OpenAI yang dikutip detikINET dari Wired.

Contohnya ketika diberi paragraf tentang penemuan hewan unicorn, GPT-2 mampu meneruskannya dengan menulis secara natural, seolah-olah merupakan berita yang dibuat oleh manusia.

Sistemnya juga dapat beradaptasi terhadap gaya tulisan. Maka, bisa dihasilkan tulisan atau berita yang tampak realistis dan runtut, sesuai topik yang diberikan.

"Karena rasa cemas kami terhadap penerapan tidak benar dari teknologi ini, kami tidak merilisnya," kata OpenAI.

Saat ini, teknologinya memang belum sempurna. Bisa melalui beberapa kali percobaan sebelum sebuah topik bisa ditulis secara natural. Namun seiring berjalannya waktu, teknologi ini tentu bakal makin canggih. (asj/asj)