Kamis, 07 Feb 2019 10:04 WIB

Pulau Baru Ini Bikin Heran Ilmuwan NASA, Kenapa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Pulau vulkanis misterius di sekitar Tonga. Foto: NASA Pulau vulkanis misterius di sekitar Tonga. Foto: NASA
Jakarta - Tiga tahun lalu, salah satu pulau terbaru di dunia lahir di perairan sekitar Tonga, sebuah negara kepulauan yang berada sejauh 804 kilometer sebelah tenggara Fiji. Ia merupakan satu dari tiga pulau baru dalam waktu 150 tahun terakhir yang mampu bertahan selama lebih dari beberapa bulan.

Pulau vulkanis tersebut ternyata menyimpan keanehan di dalamnya. Hampir setengah windu berjalan, ia kini diselimuti oleh lumpur misterius, namun tetap ada kehidupan dari tanaman dan burung di sana.

Dan Slayback dari NASA Goddard Space Flight Center mengunjunginya pada Oktober lalu. Sebelumnya, ia hanya sempat mempelajarinya melalui gambar dari satelit.



Visual dari satelit memperlihatkan bahwa pulau tersebut tampak seperti pantai berpasir hitam. Menariknya, warna hitam tersebut merupakan kerikil berukuran kacang polong.

Vegetasi mulai tampak di sana. Diperkirakan bibitnya dibawa ke sana oleh kawanan burung. Di samping itu, sejumlah burung hantu dan burung laut juga sudah membuat sarangnya di pulau tersebut.
Pulau Baru Ini Bikin Heran Ilmuwan NASA, Kenapa?Dan Slayback. Foto: NASA

Berjalan lebih jauh, ada lumpur dengan warna cerah dan terasa lengket, mirip dengan tanah liat. Ini yang membuat Slayback beserta tim bingung, mulai soal benda apa itu sebenarnya, seperti apa komposisinya, serta dari mana datangnya.



Mari kesampingkan kebingungan itu sejenak. Demi mendapat informasi lebih jauh mengenai pulau tersebut, tim peneliti itu mengambil sampel batu untuk dianalisis kandungan mineralnya.

Selain itu, perangkat GPS dengan presisi tinggi juga sudah dipasang di sana. Tak ketinggalan, ada drone untuk mengukur ketinggian pulau serta mengobservasi sejumlah titik yang belum dijamah makhluk hidup.

Diperkirakan, pulau misterius ini akan bertahan hidup hingga 30 tahun sebelum takluk oleh tekanan dari laut. Rencananya, Slayback dan timnya akan kembali ke pulau tersebut tahun depan untuk mempelajarinya lebih lanjut, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Kamis (7/2/2019).

Sekadar info, pulau tersebut lahir dari kawah gunung berapi bawah laut pada 2015 lalu. Pulau ini belum ada nama resminya, namun kadang disebut dengan Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, merujuk pada pulau-pulau tetangganya.





Simak juga video 'Tangkapan Suara dari Mars yang Bikin Merinding':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)