Kamis, 24 Jan 2019 13:04 WIB

Ilmuwan: Kehidupan di Bumi Diawali Tumbukan Planet

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Terbentuknya Bulan dan awal mula kehidupan di Bumi terjadi dari satu peristiwa yang sama. Foto: Keystone/Hulton Archive/Getty Images Terbentuknya Bulan dan awal mula kehidupan di Bumi terjadi dari satu peristiwa yang sama. Foto: Keystone/Hulton Archive/Getty Images
Jakarta - Dari sisi sains, awal mula kehidupan di Bumi jadi salah satu topik yang kerap diperdebatkan oleh para ilmuwan dari masa ke masa. Kini, sejumlah peneliti dari Amerika Serikat punya klaim baru mengenai misteri berlangsungnya kehidupan di Planet Biru ini.

Mereka menyebut bahwa sekitar 4,4 miliar tahun tahun lalu, Bumi dihantam oleh sebuah planet yang ukurannya kurang lebih setara dengan Mars. Planet itu disebut menjadi sumber dari kebanyakan sejumlah material seperti karbon dan nitrogen di Bumi, yang diberikan melalui tumbukan tersebut.


Menariknya, peristiwa tersebut tidak hanya soal perpindahan material saja. Tabrakan antara keduanya turut menghasilkan batuan-batuan yang melayang di angkasa dan kemudian menyatu menjadi Bulan.

Para ahli petrologi dari Rice University, Texas, Amerika Serikat, sampai pada kesimpulan tersebut setelah menjalani sejumlah eksperimen mengenai reaksi geokimia yang ditemukan di dalam Bumi. Sekadar informasi, petrologi merupakan ilmu tentang asal muasal, sejarah terjadinya bentuk, komposisi kimia, dan klasifikasi batuan.

Mereka melakukan eksperimen itu untuk mengetahui apakah elemen-elemen penting yang memunculkan kehidupan di Bumi berasal dari meteorit atau cara lain. Damanveer Grewal yang memimpin laporan tersebut menemukan bahwa planet dengan inti kaya akan sulfur memiliki kemungkinan mengandung karbon dan nitrogen dalam jumlah besar pada permukaannya.

Planet dengan kondisi tersebut dapat melepas material-material bersangkutan ke Bumi dengan proporsi yang tepat jika memang terjadi tumbukan antara keduanya. Anggapan tersebut muncul setelah mereka membuat model dari miliaran skenario di luar angkasa menggunakan komputer dan membandingkannya dengan kondisi Tata Surya saat ini.


"Milik kami ini adalah skenario pertama yang bisa menjelaskan waktu dan pengiriman (elemen) yang konsisten dengan seluruh bukti geokimia," ujar Rajdeep Dasgupta yang terlibat dalam penelitian ini, sebagaimana detikINET kutip dari The Guardian, Kamis (24/1/2018).

Ia melanjutkan bahwa planet yang menabrak Bumi itu juga memiliki struktur berbatu seperti Bumi. Rajdeep pun mengatakan bahwa planet dengan sifat tersebut lebih memungkinkan dalam memberikan elemen-elemen yang dapat menginisiasi kehidupan. (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed