Senin, 07 Jan 2019 12:03 WIB

Kalender Astronomi 2019, Ada Gerhana Bulan dan Matahari

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Fenomena Super Blue Blood Moon yang terjadi di London, Inggris, pada tahun lalu. Foto: Dok. REUTERS/Toby Melville Fenomena Super Blue Blood Moon yang terjadi di London, Inggris, pada tahun lalu. Foto: Dok. REUTERS/Toby Melville
Jakarta - Seperti pada 2018 lalu, kalender 2019 ini juga menyimpan sejumlah peristiwa langit yang menarik untuk disimak. Mulai dari gerhana Bulan hingga gerhana Matahari akan tersaji di tahun ini.

Satu yang menarik, gerhana Bulan kembali jadi pembuka tahun, sama seperti pada 2018 lalu. Lantas, fenomena apa lagi yang akan terjadi setelahnya? Berikut daftarnya:

21 Januari

Jika tahun lalu Bumi berkesempatan menjadi saksi dari Super Blue Blood Moon, maka di 2019 menjadi momennya Super Blood Wolf Moon untuk bersinar. Fenomena tersebut akan terjadi pada 21 Januari, walau ada kemungkinan terjadi pada 20 Januari, tergantung lokasi untuk melihatnya.

Sejumlah laporan menyebut bahwa Super Blue Blood Moon akan tampak di sebelah barat Eropa dan Afrika, Amerika Selatan, dan Amerika Utara. Sama seperti Super Blue Blood Moon, Super Blood Wolf Moon juga akan tampak memiliki warna kemerahan seperti 'darah'.




21 Januari, 19 Februari, dan 21 Maret

Selain gerhana, tahun ini juga akan banyak muncul supermoon, alias purnama saat Bulan berada di titik terdekatnya terhadap Bumi. Selain Super Blood Wolf Moon yang merupakan gabungan antara supermoon dan gerhana Bulan total, penampakan alam ini juga akan terjadi pada 19 Feburari dan 21 Maret mendatang.

22 Januari

Selain Bulan, planet-planet di Tata Surya juga siap menghiasi langit Bumi sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah konjungsi antara Venus dan Jupiter pada 22 Januari yang akan berada satu garis di langit dengan jarak cukup dekat dari Planet Biru ini.

13 Februari

Fenomena konjungsi akan kembali terjadi pada 13 Februari. Bedanya, kali ini peristiwa tersebut akan melibatkan Mars dan Uranus.




10 Juni

Jupiter akan mengalami oposisi terhadap Bumi pada 10 Juni. Nanti, posisinya yang berlawanan dengan Matahari akan membuat Jupiter mendapat cahaya dari bintang tersebut sehingga tampak terang di Bumi.

2 Juli

Jika Januari terjadi gerhana Bulan, maka pada 2 Juli mendatang giliran gerhana Matahari yang muncul. Diperkirakan sejumlah daerah di Amerika Selatan seperti Chili dan Argentina akan kebagian fenomena tersebut.

9 Juli

Tak lama berselang setelah gerhana Matahari, ada Saturnus yang akan mengalami oposisi terhadap Bumi pada 9 Juli. Disebutkan bahwa cincinnya juga akan terlihat saat fenomena tersebut berlangsung dengan bantuan teleskop.




11 November

Selama 5 jam 29 menit, Merkurius akan tampak melintasi Matahari. Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2016 lalu, dan ini merupakan yang ke-14 kalinya sepanjang abad 21.

Desember 2019

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, mengatakan bakal ada gerhana Matahari cincin yang akan melewati Sumatera bagian Utara tahun ini. Fenomena tersebut dikatakannya akan terjadi pada Desember mendatang.

12-16 Desember

Hujan meteor Geminid kembali terjadi pada 12-16 Desember mendatang, setelah di bulan yang sama pada 2018 fenomena ini juga berlangsung di langit Bumi. Diperkirakan bakal ada 100 meteor per jam yang muncul selama peristiwa tersebut.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed