Selasa, 27 Nov 2018 13:30 WIB

Ini Misteri Planet Mars yang Diteliti Robot InSight

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi aktivitas robot Insight. Foto: NASA Ilustrasi aktivitas robot Insight. Foto: NASA
Jakarta - Robot InSight besutan NASA yang telah mendarat di Mars tentu bukan untuk gaya-gayaan. Ia direncanakan berada di sana selama sekitar 24 bulan untuk coba menguak misteri tentang bagaimana terbentuknya planet Merah itu.

Seperti dikutip detikINET dari Reuters, bukan cuma soal Mars, riset InSight diharapkan juga dapat mengungkap asal muasal planet berbatu seperti Bumi di Tata Surya.

Tektonik Bumi dan hal-hal lain telah menghapus banyak bukti tentang masa-masa awal planet ini. Namun Mars, yang ukurannya sekitar sepertiga Bumi, diyakini sebagian besar tetap statis, sehingga menciptakan semacam mesin waktu geologi bagi ilmuwan.




Peralatan utama InSight adalah seismometer buatan Perancis, didesain untuk merekam getaran dengan ukuran sangat kecil sekalipun yang berasal dari gempa atau jatuhnya meteor di Mars.

Ilmuwan memperkirakan akan terjadi sekitar 100 gempa dalam misi InSight, yang memproduksi data untuk membantu mereka menentukan kedalaman, kepadatan dan komposisi inti planet, permukaaamnya yang berbatu serta keraknya.

"Ini adalah sesuatu yang kami belum diketahui, yaitu berapa banyak gempa yang terjadi di sana, seberapa sering dan ketika terjadi, seberapa besar gempa itu," kata Renee Weber dari NASA.

"Mengukur gempa Mars akan memberi informasi soal struktur internal Mars dan harapannya mengungkapkan lebih banyak soal bagaimana planet ini terbentuk. Kenapa Mars lebih kecil dan lebih rendah kepadatannya dibanding Bumi dan Venus? Ini menandakan formasi dan evolusi mars berbeda dari Bumi atau proses di masa awal sistem Tata Surya mencegah Mars menjadi besar," kata akademisi Oxford University, Neil Bowles.




Perangkat penting kedua yang dibawa InSight adalah semacam bor yang dapat menembus sampai 5 meter di bawah tanah. Dibuat oleh Jerman, perangkat ini dipakai untuk mengukur aliran panas dari dalam planet Mars.

Lalu ada juga sebuah pemancar radio di InSight. Gunanya adalah mengirimkan sinyal buat melacak goyangan rotasi Mars untuk menentukan seberapa besar ukuran inti planet ini.

InSight ini, dan juga misi NASA ke Mars selanjutnya yang dicanangkan berlangsung lagi paling dekat pada tahun 2020, akan menjadi awal dari rencana ekplorasi manusia di sana.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed