Kamis, 15 Nov 2018 08:55 WIB

Rusia Sindir Elon Musk: 'Dia Pakai Teknologi Usang'

Fino Yurio Kristo - detikInet
Booster roket Falcon Heavy milik SpaceX balik ke Bumi. Foto: Reuters Booster roket Falcon Heavy milik SpaceX balik ke Bumi. Foto: Reuters
Jakarta - Perusahaan SpaceX besutan Elon Musk adalah yang paling top saat ini soal teknologi roket yang dapat dipakai kembali. Rusia rupanya panas ingin menyainginya, bahkan menyebut kalau kemampuan SpaceX tidak istimewa karena memanfaatkan teknologi yang sudah lama ada.

Lembaga riset antariksa Rusia, Keldysh Research Center, telah mengembangkan solusi roket yang dapat dipakai kembali dan baru saja memajang video mengenai bagaimana cara kerjanya.

Dikutip detikINET dari BGR, periset Rusia mengatakan roket bertenaga nuklir tersebut dijanjikan dapat mencapai planet Mars. Kemudian hanya dalam waktu 48 jam, dapat digunakan kembali meluncur ke angkasa.



"Penggunaan ulang ini adalah prioritas. Kita harus mengembangkan mesin yang tidak perlu diperbaiki lebih dari sekali dalam sepuluh penerbangan. Juga dalam 48 jam setelah roket kembali dari angkasa, harus siap diluncurkan lagi. Inilah yang diinginkan pasar," sebut Vladimir Koshlakov yang mengepalai lembaga tersebut.

Ketika ditanya apakah tujuan mereka adalah menyaingi SpaceX, Vladimir tak menampik. Namun ia mengklaim SpaceX menggunakan teknologi yang sudah lama ada.

"Elon Musk menggunakan teknologi yang telah ada, yang sudah dikembangkan lama sekali. Dia adalah pebisnis, dia mengambil solusi yang sudah ada dan mengimplementasikannya dengan sukses," papar Vladimir.

Terlebih, Elon juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Amerika Serikat sehingga tak heran kalau menuai keberhasilan. "Dia juga melakukan pekerjaannya dengan bantuan dari pemerintah," kata Vladimir.

(fyk/fyk)