googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/inet/pop_ups', 'div-gpt-ad-1540563574169-0').addService(googletag.pubads());
Kamis, 08 Nov 2018 15:41 WIB

'Alien Lebih Dipercaya Bangun Piramida ketimbang Manusia'

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Teori piramida di Giza, Mesir, dibangun oleh alien dan bantahan bahwa manusia bisa membangunnya terus bergulir. Foto: Iskandar Zulkarnain/dTraveler Teori piramida di Giza, Mesir, dibangun oleh alien dan bantahan bahwa manusia bisa membangunnya terus bergulir. Foto: Iskandar Zulkarnain/d'Traveler
Jakarta - Para peneliti dari Inggris dan Mesir baru saja menemukan landasan miring yang diperkirakan digunakan untuk membangun piramida di Negeri Firaun itu. Landasan tersebut berfungsi sebagai jalur pengangkut balok-balok batu sebagai material utama bangunan tersebut.

"Dengan menggunakan semacam kereta luncur yang mengangkut balok batu, kemudian diikat menggunakan tali ke tiang kayu, maka orang-orang Mesir terdahulu bisa menarik keluar balok-balok pualam itu," ujar Yannis Gourdon yang juga terlibat dalam temuan itu.

"Mereka bisa menariknya dengan kemiringan landasan sekitar 20% atau lebih," ucapnya menambahkan.




Tiang kayu itu sendiri dijelaskan disejajarkan secara paralel dengan tangga yang mengapit landasan miring itu. Tali yang diikatkan kepadanya membantu para pekerja untuk menarik balok-balok batuan berwarna putih itu keluar.

Nah, para pekerjanya itu bisa menarik tali dari berbagai arah. Hal tersebut diklaim membuat tenaga yang dikeluarkan dalam satu waktu bisa lebih besar sehingga balok-balok raksasa itu bisa dikeluarkan dari dalam tambang. Teknik yang sama juga diperkirakan digunakan untuk menyusun batuan itu sampai berbentuk menjadi piramida.

Walau demikian, pandangan skeptis menyelimuti temuan tersebut. Ada yang bilang teknik tersebut tidak bisa diterapkan mengingat bobot balok tersebut sudah mencapai satuan ton, bukan lagi kwintal apalagi kilogram. Terlebih, batuan yang digunakan jumlahnya diperkirakan mencapai jutaan.

Campur Tangan Alien

Terkait dengan hal tersebut, ada beragam teori unik bahkan sensasional yang berupaya memecahkan teka-teki pembangunan Piramida Giza. salah satunya adalah kedatangan alien ke Mesir ribuan tahun lalu.

Mereka membuat piramida dengan teknologi canggih yang mereka miliki. Teori ini juga menambahkan bahwa pembangunan salah satu keajaiban dunia itu sudah dimulai sejak 12.500 tahun yang lalu, jauh sebelum adanya peradaban manusia di Bumi.

Adalah situs Outerworlds yang menyebarkan teori tersebut. Disebutkan pula bahwa dua garis diagonal yang memanjang dari Piramida menuju Sungai Nil menjadi salah satu bukti adanya keterlibatan alien menciptakan Piramida.

Selain itu, website tersebut juga menulis hampir seluruh jajaran Piramida menghadap ke Kutub Utara, padahal saat itu belum ada kompas. Bukti-bukti lain yang disuguhkannya antara lain:

- Kecocokan posisi matahari dengan Piramida Agung Giza pada titik balik matahari saat musim panas

- Kecocokan posisi matahari dengan patung Sphinx ketika titik balik matahari saat musim dingin

- Selarasnya posisi dari tiga piramida di Giza dengan tiga bintang di dalam Sabuk Orion

- Pemilihan kepala singa pada patung Sphinx sesuai dengan Sabuk Orion yang melambangkan konstelasi Leo.

"Teknologi yang dimiliki para pendahulu kita, secara matematis, tidak dapat mencapai hal-hal tersebut. Jika manusia tidak bisa melakukannya, maka alien pasti terlibat di dalamnya," demikian argumen yang disampaikan di situs tersebut.




Bantahan logis


Walau begitu, buka berarti tidak ada bantahan logis yang melawannya. Website Ancientaliensdebunked.com membantah pernyataan tersebut berdasarkan bukti-bukti yang mereka kumpulkan.

Salah satu kunci bahwa manusia yang membangun Piramida dan Sphinx disebutnya terdapat pada patung Obelisk. Itu adalah monumen yang belum selesai dibangun menggunakan 1.000 ton batu granit.

"Objek tersebut memberikan kita bayangan bagaimana batu granit tersebut dipotong dan dipahat, sama halnya dengan bebatuan lain. Setelah dibentuk secara kasar, maka batu tersebut akan dirapikan menggunakan semacam gerinda," tulis website tersebut.

"Sudah banyak batu hingga alat sejenis gerinda yang ditemukan di Mesir. Sekitar 85% bebatuan yang digunakan dalam konstruksi Piramida merupakan batu pasir halus hasil galian yang tidak jauh dari lokasinya," tulisnya menjelaskan.

Selain itu, bukti lain memperlihatkan orang zaman Mesir Kuno menggunakan perahu yang dibuat khusus sebagai media pengangkut balok-balok itu. Salah satunya adalah untuk mengangkut mengangkut lebih dari 170.000 ton batu kapur untuk membangun Piramida Agung Giza

"Kami telah menguraikan pusat cekungan kanal yang dijadikan area pengiriman utama ke kaki dataran tinggi Giza," kata arkelogis asal Amerika Serikat Mark Lehner yang sudah berpengalaman 30 tahun melakukan penggalian di Mesir.

Informasi ini terungkap dari gulungan kertas papirus kuno yang ditulis pemimpin terhadap sekitar 40 pelaut bernama Merer, berbagai potongan bekas badan perahu, dan jaringan saluran air di lokasi Piramida. Hasil penelitian mengungkapkan bagaimana bangunan berusia lebih dari 4.000 tahun ini dibangun pada 2.550 SM.




Para arkeolog meyakini ada ribuan pekerja terlatih yang menggunakan perahu untuk menyusuri kanal yang digali sepanjang Sungai Nil. Pelayaran ini bertujuan mengangkut batu kapur. Perahu-perahu ini disatukan oleh tali tebal yang dipilin. Beberapa di antaranya masih dalam kondisi baik saat ditemukan.

Setelah mengumpulkan bahan-bahan bangunan tersebut, para pekerja membawanya ke sebuah pelabuhan yang berjarak beberapa meter dari dasar Piramida. Total, ada sekitar 2,3 juta blok batuan terkirim dengan cara ini selama dua dekade.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed