"Saya sudah tidak hidup ketika misi jangka panjang ini selesai. Kami mulai menghadapi fakta yang absolut bahwa Bumi ini terbatas," ujarnya dalam menghadiri suatu acara di San Francisco, Amerika Serikat.
Baca juga: Manusia Rp 2.442 Triliun Bisa Beli Apa Saja? |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, target Blue Origin adalah untuk meminimalisir biaya dalam mengakses luar angkasa. Tahun depan, pria berkepala plontos ini akan menggelontorkan sekitar USD 1 miliar untuk mendukung operasional perusahaan tersebut.
"Dinamisme yang saya lihat lebih dari 20 tahun belakangan di internet memperlihatkan hal yang luar biasa bisa berlangsung dalam jangka waktu yang sangat pendek," kata Bezos.
"Kita butuh ribuan perusahaan. Kita butuh dinamisme yang sama di luar angkasa sebagaimana yang kita lihat di internet selama 20 tahun terakhir," ucapnya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Selasa (16/10/2018).
Saat ini, SpaceX besutan Elon Musk dan Virgin Galactic milik Richard Branson juga sedang mengarahkan pandangannya ke perjalanan menuju luar angkasa. Baik keduanya maupun Bezos sama-sama mengincar Bulan sebagai salah satu destinasi mereka.
(mon/krs)