Senin, 15 Okt 2018 12:45 WIB

Inikah Tanda Kemunculan Manusia Super Ramalan Stephen Hawking?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Stephen Hawking meramal akan ada manusia super di masa depan, Ternyata ada satu tanda yang mungkin bisa benar-benar mewujudkan prediksinyta itu. Foto: pool Stephen Hawking meramal akan ada manusia super di masa depan, Ternyata ada satu tanda yang mungkin bisa benar-benar mewujudkan prediksinyta itu. Foto: pool
Jakarta - Publikasi terbaru Stephen Hawking yang ditulisnya sebelum meninggal dunia pada Maret lalu meramalkan munculnya semacam ras manusia super. Penyuntingan DNA jadi salah satu jalan yang bisa mengantarkan ke masa depan seperti itu, sebagaimana diungkapkan fisikawan legendaris tersebut.

"Jika ras manusia bisa mendesain ulang dirinya sendiri secara mandiri, maka bisa jadi mereka akan menyebar dan melakukan kolonisasi ke planet dan bintang lain," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari News.com.au, Senin (15/10/2018).


Kemunculan ras manusia super bisa dibilang tampak masih jauh dari angan. Walau begitu, tidak demikian dengan teknologi yang memungkinkan perombakan DNA pada manusia.

Adalah Crispr-Cas9, atau kerap disebut dengan Crispr saja, sistem penyuntingan gen yang dimaksud. Teknik tersebut sudah ditemukan sejak enam tahun lalu.

Dengan Crispr, para ilmuwan bisa memodifikasi gen-gen berbahaya atau menyematkan yang baru. Great Ormond Street, rumah sakit untuk anak di London, Inggris, bahkan sudah menggunakannya untuk melakukan perawatan terhadap pasien leukemia.

Cara kerja dari teknik Crispr dalam menyunting gen.Cara kerja dari teknik Crispr dalam menyunting gen. Foto: Cambridge University/MRS Bulletin

Meski terbukti memiliki manfaat, tapi perhatian tetap mengarah ke Crispr soal risiko penggunaannya. Tidak menutup kemungkinan jika teknik tersebut memiliki efek samping nantinya.

"Ketakutan yang muncul adalah penggunaan teknik ini bisa mengarah ke penciptaan manusia dengan gen yang sudah dimodifikasi. Akan ada produsen bayi yang memungkinkan para orang tua untuk memilih spesifikasi dari bayinya," ungkap National Public Radio (NPR) pada 2016 lalu.

Ujaran media yang berbasis di Washington D.C., Amerika Serikat tersebut merujuk pada perbuatan seorang ilmuwan asal Swedia soal penyuntingan gen. Ia memanfaatkan teknik tersebut untuk mengubah embrio manusia.

"Orang tua bisa saja memutuskan untuk menginginkan anaknya menjadi lebih tinggi, kuat, cerdas, atau hal-hal semacam itu," katanya menambahkan.


Selain Crispr, fasilitas bernama bank sperma juga mendapat perhatian sendiri. Di California, Amerika Serikat, sempat ada tempat yang hanya menawarkan sperma elit.

Sperma yang dihasilkan oleh sejumlah pemenang penghargaan Nobel pun juga tersedia di sana. Meski demikian, karena kurangnya peminat, tempat tersebut sudah tutup, sebagaimana dijelaskan oleh ahli astronomi Lord Rees, yang juga merupakan kawan Hawking di Cambridge University.




Tonton juga 'Zero G, Masa Depan Manusia dan Keinginan Stephen Hawking':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com